EVALUASI PELAYANAN GIZI OLEH PETUGAS MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) DI KABUPATEN JAYAPURA
Farid Yusuf, dr. Madarina Julia, MPH., Ph.D, Sp.A(K)
2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Tingginya kematian dan gizi buruk pada balita perlu dilakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan khususnya pelayanan gizi. Hal-hal yang mempengaruhi mutu pelayanan diantaranya sarana, dana dan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk mengevaluasi pelayanan MTBS perlu dilakukan evaluasi terhadap sumber daya manusia khususnya karakteristik petugas MTBS karena petugas kesehatan merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan tersebut. Hal ini yang mendasari peneliti melakukan evaluasi mutu pelayanan gizi oleh petugas kesehatan dengan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Kabupaten Jayapura Propinsi Papua. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan karakteristik petugas dengan mutu pelayanan gizi melalui pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Kabupaten Jayapura. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik, menggunakan rancangan CrosssectionaI dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara dengan alat pengumpul data adalah kuesioner dan lembar checklist. Analisa dengan uji Mann withney dan Spearman. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, jenis pelatihan, tugas lain dan lama kerja petugas MTBS dengan mutu pelayanan gizi (p>0,05). Ada hubungan pengetahuan dan umur petugas MTBS dengan mutu pelayanan gizi (p<0,05). Kesimpulan : Pelayanan gizi dengan pendekatan MTBS di Kabupaten Jayapura sudah berjalan dengan baik. Untuk meningkatkan mutu pelayanan tersebut pelatihan MTBS masih sangat diperlukan untuk semua petugas kesehatan.
Background : High mortality and malnutrition among children under five need to be evaluated to health services, especially nutrition services. Thigs that affect the quality of services including facilities, funding and human resources. To evaluated Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) services need to be evaluated against the human resources officer in particular characteristics of IMCI for health workers at the forefont in providing these services. Underlying this research to evaluate the quality of nutrition services by health care with IMCI approach in Jayapura District, Papua Province. Objective : To know the relationship between officer characteristics with nutrition services through IMCI approach in Jayapura District. Method : The study was analytical that used cross sectional design with quantitative method. Data were obtained through observation and interview using quetionnaire and checklist. Analysis used Mann withney and Spearman test. Result : The result of statistical test showed there was no significant association between education, type of training, other task and duration in occupation of IMCI staff and quality of nutrition service (p>0,05). There was assosiation between knowledge and age of IMCI staff and quality of nutrition service (p<0,05). Conclusion : Nutrition of services to the IMCI approach has worked well at District of Jayapura. To improve the quality of the server IMCI training is still needed for all health workers.
Kata Kunci : evaluasi MTBS, karakteristik petugas, mutu pelayanan gizi