Laporkan Masalah

HUBUNGAN STATUS KECACINGAN DENGAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA ANAK SEKOLAH DASAR (SD) DI WILAYAH KOTA YOGYAKARTA

AGUS KAMAL PURBA, Dr.rer.nat.dr. BJ. Istiti Kandarina

2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/GK

Latar belakang : Anemia yang diukur melalui kadar Haemoglobin, pada usia anak sekolah masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk di wilayah kota Yogyakarta. Prevalensi anemia di Indonesia adalah 14,7% dan untuk daerah Istimewa Yogyakarta adalah 20,9%. Salah satu penyebab utama anemia pada anak sekolah adalah kejadian infestasi kecacingan. Kejadian penyakit kecacingan berdampak pada pertumbuhan dan mental anak dan mengganggu proses belajar mengajar anak. . Tujuan : Mengkaji perbedaan kadar Haemoglobin pada anak SD yang kecacingan dan anak tidak kecacingan di wilayah kota Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 288 anak SD di Kota Yogyakarta. Data kadar Haemoglobin diperoleh dengan pengambilan sampel darah menggunakan metode cyanmethemoglobin dan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Pramita Utama. Data status kecacingan pada anak diperoleh dengan pengambilan sampel feses pada anak dan diperiksa dengan metode kato katz di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Analisi bivariat dengan uji chi square dan Analisis multivariat dilakukan dengan uji regresi linier berganda. Semua analisis statistik dilakukan dengan tingkat kemaknaan α =0,05 dan interval kepercayaan (IK) 95%. Hasil : Status kecacingan pada anak SD berpengaruh terhadap kadar haemoglobin meskipun telah dilakukan adjustment terhadap karakteristik keluarga (pendidikan ibu, pendidikan ayah, status pekerjaan ibu dan status sosial ekonomi keluarga). Anak yang kecacingan memiliki kadar haemoglobin lebih rendah daripada anak yang tidak kecacingan (p<0,001). Kesimpulan : Kejadian infestasi kecacingan pada anak memiliki rata-rata kadar haemoglobin lebih rendah daripada anak yang tidak kecacingan

Background: Anemia is measured through Haemoglobin levels, at the age of school children is still a public health problem in Indonesia, including in the area of the city of Yogyakarta. The prevalence of anemia in Indonesia is 14.7% and for Yogyakarta province is 20.9%. One of the main causes of anemia in school children was the incidence of worm infestation. Worm disease incidence and impact on children's mental growth and disrupt the learning process of children. Objectives: To study differences Haemoglobin levels in children of primary school with helminthiasis and children with no helminthiasis in the region of Yogyakarta city. Methods: This was an observational research with cross sectional design. The research subject as much as 288 elementary school children in the city of Yogyakarta.Haemoglobin concentration data obtained by blood sampling method Cyanmethemoglobin were carried out at the pramita laboratory. Data obtained the status of intestinal worms in children with stool samples in children and examined by Kato Katz method at the Laboratory of Parasitology Faculty of Medicine, University of Gajah Mada. Bivariate analysis with chi square and multivariate analysis performed with multiple linear regression test. All statistical analysis performed with significance level α = 0.05 and confidence interval (CI) 95%.

Kata Kunci : Anak SD, kecacingan, kadar haemoglobin


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.