PERAN KESEGARAN JASMANI TERHADAP KESIAPAN FISIK PRAJURIT DALAM MENUNJANG KINERJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PRAJURIT (Studi di Kodim 0609/ Kabupaten Bandung, Jawa Barat)
Agus Suharyono, Prof. Drs. Kasto, MA.
2011 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data yang berhubungan dengan peran kesegaran jasmani terhadap kesiapan fisik dalam menunjang kinerja dan implikasinya terhadap ketahanan prajurit, dengan tujuan : 1. Untuk mengetahui peran komandan satuan dalam meningkatkan kesegaran jasmani anggota. 2. Untuk mengetahui peran kesegaran jasmani terhadap kesiapan fisik dalam menunjang kinerja dan implikasinya terhadap ketahanan prajurit. Penelitian ini termasuk penelitian survei dengan mengambil kasus di wilayah Kodim 0609/Kabupaten Bandung. Penelitian ini bersifat kualitatif dan yang menjadi fokus pengamatan yaitu di wilayah kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Adapun pengumpulan data diperoleh dengan cara pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan beberapa informan serta mengambil data sekunder hasil tes kesegaran jasmani prajurit, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menekankan pada analisis studi kepustakaan. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa sebagian besar prajurit mendapat nilai kesegaran dengan katagori “baik†sebanyak 184 orang (88,89%), dengan katagori “baik sekali†hanya 3 orang (1,44%) dan katagori “cukup†sebanyak 20 orang (9,67%). Dari hasil tes kesegaran jasmani tersebut secara umum sudah cukup baik, namun masih ada prajurit yang mendapat nilai di bawah standar 61 yaitu dengan katagori “cukupâ€. Hal ini menunjukkan pembinaan jasmani di Kodim 0609/ Kabupaten Bandung belum maksimal. Sedangkan untuk aspek penilaian kinerja prajurit nilai rata-rata dapen prajurit menurut strata kepangkatan, Perwira 83,58, Bintara 83,47 dan Tamtama 83,44. Dari hasil penilaian dapen tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai dapen akan semakin baik kinerjanya. Untuk itu perlu upaya-upaya untuk meningkatkan pembinaan jasmani agar dapat mencapai hasil yang lebih baik lagi. Karena apabila prajurit memiliki tingkat kesegaran jasmani yang prima akan membuat fisik lebih siap untuk meningkatkan kinerja dan dengan sendirinya akan diperoleh ketahanan prajurit.
This research was conducted by collecting data related to the influence of the army physical fitness level of performance and endurance in support of national defense in order: 1. To determine the role of commander of the unit in improving the physical fitness of members. 2. To determine on the performance level of physical fitness and endurance army troops. This study included a survey of research by taking cases in the region Kodim 0609/Kabupaten Bandung. This study is qualitative and that the focus of observation in Cimahi, Bandung regency, West Java. The collection of data obtained by direct observation and interviews with several informants as well as secunder retrieve data army physical fitness test results, the method used is descriptive and qualitative analysis that emphasizes the study of literature. The research found that most soldiers has a freshness with both categories up 184 people (88,89%), the categories of very good only 3 people (1,44%) and category of 20 people (19,674%). Physical aptitude test results are generally good enough, but there are still soldiers scored less than 61 i.e. with sufficient category. This shows the physical construction of Kodim 0609 / Regency Bandung is not maximized. Meanwhile, the soldier’s average value based on ranks are, 83,58 for Officer, 83,47 for Sergeant, and 83,44 for Private. According to the research we found that higher the value, the performance will be better. We need more efforts to improve the physical development to achieve results as expected. Because if the soldier has a good level of physical condition it will improve performance and it will be acquired resistance soldiers itself.
Kata Kunci : Kesegaran jasmani, kinerja prajurit dan ketahanan prajurit.