Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN KOPERASI UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA DALAM MENDUKUNG KETAHANAN EKONOMI WILAYAH

Edy Santosa, Prof. Dr. Edhi Martono, M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Koperasi diyakini sangat sesuai dengan budaya dan tata kehidupan bangsa Indonesia, hal ini sesuai dengan pasal 33 UUD 1945 ayat 1 ditegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana peran Koperasi Pasar Pondok Labu dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan dalam mendukung ketahanan ekonomi wilayah. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Setelah dilakukan kajian, dapat diidentifikasi bahwa Koperasi Pasar Pondok Labu menyimpan potensi ekonomi yang dapat diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar. Kondisi ini didukung oleh regulasi dan kebijakan pemerintah yang cukup memadai yaitu regulasi yang mengatur tentang perkoperasian. Namun demikian, hingga saat penelitian ini dilakukan, Koperasi Pasar Pondok Labu, masih belum optimal dalam meningkatkan kesejahteraan anggota maupun dalam rangka mendukung ketahanan ekonomi wilayah. Hal ini dapat diketahui dari adanya beberapa faktor yang mempengaruhi baik yang berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Pengaruh faktor internal yang dominan mempengaruhi kinerja koperasi sehingga menyebabkan belum maksimalnya perolehan Sisa Hasi Usaha (SHU) adalah belum optimalnya partisipasi anggota dalam kegiatan koperasi dan lemahnya manajemen pengelolaan koperasi serta pengaruh faktor eksternal yaitu masih minimnya pemanfaatan potensi ekonomi di daerah operasional koperasi. Pemberdayaan koperasi akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan anggota, dengan tingkat kesejahteraan yang baik akan membentuk ketahanan ekonomi wilayah yang kokoh. Untuk mengetahui ketahanan ekonomi wilayah menggunakan analisa ketahanan nasional dengan data primer untuk pembahasan diperoleh dari elemen pelaku koperasi dan masyarakat sekitar, setelah dilakukan penelitian diketahui bahwa keberadaan koperasi kurang optimal dalam mendukung ketahanan ekonomi wilayah. Dengan demikian keberadaan koperasi perlu diberdayakan agar terwujud ketahanan ekonomi wilayah. Terwujudnya ketahanan ekonomi wilayah yang kuat dan tangguh menghadapi setiap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang datang baik dari dalam maupun dari luar .

Cooperatives believed to be very appropriate to the culture and governance life of the Indonesian nation, this is in accordance with 33rd Article UUD 1945 1st paragraph, which confirms that the economy is prepared as a collaborative effort based on the principle of kinship. The study was conducted to understand how the role of Pondok Labu Cooperative Market in improving the welfare of members and in supporting regional economic resilience. This study uses qualitative methods of research that produces descriptive data in the form of words or verbal statements from the people and their observable behaviors. The study identified that Pondok Labu Cooperation Market have the economic potential that can be empowered to improve the welfare of the community members. This condition also backed by regulations and government policies which are deemed sufficient in regulating governing cooperatives. However, until the research is done, Pondok Labu Cooperative Market, does not optimally improve the welfare of its members in order to support regional economic resilience. There are several factors that influence the cooperative condition originating from either inside (internal) or outside (external). The dominant influence of internal factors affecting the performance of cooperation so that the cooperative is not maximal in the acquisition of net income (well known in term of cooperation as Sisa Hasil Usaha / SHU). Member participation in cooperative activities is not optimum and the lack of skill in cooperative management; compounded with the influence of external factors are responsible for the lack of utilization of economic potential in the area of cooperative operations. The cooperatives empowerment could affect the level of members’ welfare, with a perfect level of welfare will form a solid regional economic resilience. In order to know the region economic resilience by using the national security analysis with primary data coming from the elements through some discussions of the cooperative actors and the surrounding ccommunity. After the research to be done that the existence of cooperative inoptimal to support the regional economic resilience. Thus the cooperatives existence should be empowered to make up the economic resilience of the region exist. The realization of the region economic resilience of a strong and resilient to face any threats, challenges, obstacles and distractions that come both from within and from outside.

Kata Kunci : Pemberdayaan Koperasi, Kesejahteraan Anggota, Ketahanan Ekonomi Wilayah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.