PERANAN NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DAN PENGUBAH BUDAYA PADA KETAHANAN INDIVIDU (Studi Kasus pada Keluarga yang Meninggal Dunia Pasca Gempa Bumi di Dusun Cepoko, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta)
Sutanto Herujatmiko, Prof. Dr. H.A. Sudibyakto, MS.
2011 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian bertujuan mengetahui intensitas nilai-nilai budaya Jawa, pengubah budaya dan ketahanan individu pada waktu gempa Yogyakarta. Disamping itu juga untuk mengetahui sejauh mana peranan nilai-nilai budaya Jawa dan faktor-faktor pengubah budaya terhadap ketahanan individu serta untuk mengetahui nilai-nilai budaya Jawa yang mana dan faktor-faktor pengubah budaya yang mana saja yang mempengaruhi ketahanan individu pada waktu gempa Yogyakarta pada tahun 2006. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif untuk menerangkan masing-konsep secara analitis intrepretatif. Sedangkan metode penelitiannya menggunakan kombinasi antara metode kualitiatif dan kuantitatif. Metode kuantitatif terutama digunakan untuk menerangkan korelasi serta peranan Nilai-nilai Budaya Jawa dan faktor Pengubah Budaya pada Ketahanan Individu. Sumber informasi yang digunakan berasal dari responden dan informan. Teknik pengambilan sampelnya adalah sampling purposive dengan memfokuskan pada responden yang mempunyai keluarga yang meninggal dunia pasca gempa bumi. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa nilai-nilai budaya Jawa berada pada kategori tinggi, pengubah budaya pada kategori sedang, dan ketahanan individu pada kategori tinggi. Penelitian juga menemukan bahwa nilai-nilai budaya Jawa dan faktor pengubah budaya memiliki peranan yang tinggi dan positif terhadap ketahanan individu, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.. Nilai-nilai budaya Jawa yang berpengaruh terhadap ketahanan individu berturut-turut mulai yang paling tinggi yaitu kerukunan dan kesadaran terhadap takdir diikuti oleh harmonisasi dengan alam sedangkan faktor-faktor pengubah budaya yang memiliki korelasi dan pengaruh kuat berturut-turut mulai dari yang paling tinggi adalah nilai-nilai agama, diikuti status sosial ekonomi, dan terakhir adalah pendidikan. Peranan kearifan lokal yaitu nilainilai budaya Jawa yang didukung oleh faktor pengubah budaya inilah yang pada akhirnya membentuk tingginya ketahanan individu dalam menghadapi musibah gempa bumi di Yogyakarta.
This research is aimed at identifying the intensity of Javanese’s cultural values, cultural change factors and the resilience of individuals among the people at the time of the earthquake disaster happened in Jogjakarta in 2006. It is also aimed at viewing the roles of the Javanese’s cultural values and cultural change factors towards the building of individual resilience among the people. This research also has the purpose of recognizing the most contributed cultural values and cultural change factors to the building of individual resilience among the people in Cepoko during the earthquake in Jogjakarta in 2006. This research uses qualitative approaches to define the three main concepts; Javanese’s cultural values, cultural change factors and individual resilience. It also analytically interprets the three concepts mentioned. The research methods used in this case is the combination between the qualitative and quantitative methods. The quantity method is manly used to explain the correlations and the roles of the Javanese’s values and cultural change factors towards the individual’s resilliance. Source of information in this research is from respondents and informants. Meanwhile the sampling techniques used in this research are purposive samplings. It focuses on the respondents who lost their family members died because of the earthquake. Based on the research outcomes, it is known that the intensity of Javanese’s cultural values is high, meanwhile the intensity of cultural change factors is at the middle level and the resilience of individuals is considered high. The research also found that the Javanese’s culture values and cultural change factors contributed high and positive towards the building of individual resilience either when they put together or partly. From the research therefore, the researcher found that the influence of Javanese’s cultural values variables towards the building of individual resilience set from the highest to the lowest are as follows; living in harmony among the people and awareness to the fate, then followed by harmony with nature. The variables of cultural change factors which have strong correlation with the individual resilience are set as follows; religious values, socioeconomic status and followed by education. The roles of local wisdoms, such as the Javenese’s cultural values and supported by the cultural change factors had formed individual resilience among the people, particularly in facing the earth quake disaster in Yogyakarta.
Kata Kunci : Nilai-nilai Budaya Jawa, Pengubah Budaya, Ketahanan Individu