PENGARUH ADOPSI KONSEP “INTELLIGENT AND GREEN BUILDING†TERHADAP TARIF SEWA GEDUNG PERKANTORAN (Studi di Kawasan Pusat Bisnis, Jakarta)
Dira Priadi, S.E., Dr. Budi Harjanto, M.Si.
2011 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanTujuan pengembangan konsep intelligent building dan green building pada gedung perkantoran tidak hanya sebatas peningkatan keuntungan dan pengurangan biaya. Konsep-konsep tersebut diharapkan dapat berperan dalam penanggulangan pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim yang ekstrem. Dari sisi dunia properti, pengaruh adopsi konsep-konsep tersebut diharapkan dapat diukur secara nyata dalam meningkatkan nilai properti. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh varibel karakteristik gedung, lokasi mikro dan fitur intelligent building dan green building terhadap tarif sewa gedung perkantoran, yang merupakan cerminan dari nilai properti. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi hedonic, dengan menerapkan empat buah model pada gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis Jakarta. Pengambilan sampel menggunakan kombinasi metode stratified, area dan convinient sampling. Variabel independen dalam model gabungan penelitian ini adalah fitur intelligent building, fitur green building, luas disewakan, nama jalan, umur bangunan dan jumlah akses. Hasil model gabungan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel berpengaruh positif terhadap tarif sewa perkantoran. Variabel fitur intelligent building berpengaruh signifikan sedangkan variabel fitur green building tidak signifikan. Model gabungan dalam penelitian ini dapat menjelaskan 46 persen variabel-variabel yang mempengaruhi tarif sewa gedung perkantoran.
The development of intelligent building and green building concepts in an office building objectives is not only limited on increasing profits and reducing costs. The concepts are expected to play a role in the response to global warming which resulted extreme climate change. In terms of real estate, these concepts are expected can be significantly measured to improve property value. This study aims to estimate the influence of building characteristics, micro location, concept adoption of intelligent building and green building variables to the office rental rate, which is a reflection of the property value. The analytical tool used is hedonic regression analysis, applying four models for office buildings in the Jakarta Central Business District. Stratified, area and convenient sampling methods are used to collecting the data. Independent variables in this study are combined model of intelligent building features, green building features, leased area, street name, building age and number of access. The result of the combined model of this study shows that all variables have positive effect on office rental rates. Intelligent building features significantly effecting office rental rate, while green building features is not significant. Combined model in this study can explain 46 percent of the variables that affect the office building rental rates.
Kata Kunci : intelligent building, green building, karakteristik gedung, lokasi mikro, regresi hedonic, tarif sewa, gedung perkantoran.