KAJIAN YURIDIS TERHADAP ASAS IKTIKAD BAIK PADA KLAUSULA BAKU YANG TERCANTUM DALAM PERJANJIAN KREDIT MODAL KERJA BANK (Studi Pada PT. Bank Lampung)
INTAN PELANGI, Ari Hernawan, S.H., M.Hum.
2011 | Tesis | S2 Ilmu HukumHal utama yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah keberadaan unsur unconscionable clause didalam perjanjian kredit modal kerja yang diberikan oleh bank tanpa proses negosiasi dengan nasabah. Unconscionable clause merupakan klausula yang tidak menguntungkan bagi pihak yang lemah (nasabah) dan cenderung menguntungkan pihak bank. Meskipun demikian, penelitian ini juga berusaha untuk menemukan keberadaan iktikad baik dari pihak yang kuat (bank) dalam melaksanakan perjanjian kredit modal kerja dengan pihak yang lemah (nasabah). Penelitian yang penulis lakukan merupakan penelitian yuridis normatif, yang dilakukan dengan cara meneliti bahan hukum yang merupakan data sekunder atau disebut dengan penelitian kepustakaan dan kemudian dilengkapi dengan penelitian lapangan. Hasil penelitian ini dituangkan dalam bentuk laporan deskriptif analitis dengan pengolahan data lapangan dan data kepustakaan menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan data yang penulis peroleh, maka pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa unsur unconscionable clause memang ada pada perjanjian kredit modal kerja, namun untuk beberapa alasan keberadaan unsur tersebut memang diperlukan dalam dunia perbankan demi kelancaran usaha. Disisi lain, iktikad baik juga dimunculkan bahkan telah dilakukan oleh pihak bank terhadap nasabah meskipun pada pelaksanaannya hal ini belum dapat dilakukan secara maksimal karena perbedaan latar belakang dan pendidikan nasabah serta kondisi bank yang bersangkutan.
The main point discussed in this research is the existence of unconscionable clause in working capital credit treaty given by bank without a negotiation process with the clients. Unconscionable clause gives disadvantage to the weak parties (clients) and tends to give a profit to the bank. However, this research is also trying to find the existence of good faith from the strong parties (bank), in running the bank working capital credit treaty with the weak parties (clients). A Research conducted by the author is a normative jurisdictional research carried out by examining the object of law which is commonly known as a secondary data consisting of bibliographical research with additional field research. The result of this research is delivered in the form of an analytical descriptive report with the field processing data collection and bibliographical data, using qualitative method. Based on the result of the research and data collected by the author, we conclude that unconscionable clause exists in a bank working capital credit treaty. In spite of its consequences, it is actually exists to make sure the banking business running well. Furthermore, good faith is also shown by the bank to the clients although they had not been able to apply it well in terms of a different educational and social background of clients and the bank itself.
Kata Kunci : Unconscionable clause, iktikad baik, perjanjian kredit bank