HUBUNGAN STATUS GONDOK DENGAN POLA MENSTRUASI DAN KEJADIAN ANEMIA PADA WANITA USIA SUBUR DAERAH ENDEMIK GAKI DI KENAGARIAN SIGUNTUR KECAMATAN SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA SUMATERA BARAT
Ori Pertami Enardi, Ir. Untung S. Widodo, MPS.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dampaknya sangat besar terhadap kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Iodium merupakan komponen penting hormon tiroid, sedangkan hormon tiroid memainkan peran penting dalam fungsi reproduksi. Anemia gizi juga merupakan masalah gizi di Indonesia. Defisiensi hormon tiroid dapat mengakibatkan gangguan sintesis hemoglobin akibat kurangnya hormon tiroksin serta terjadinya kegagalan usus untuk mengabsorbsi besi. Pada kondisi hipotiroid, jumlah asam lambung yang disekresi akan mengalami penurunan sehingga dapat mengganggu absorbsi zat-zat gizi, termasuk Fe. Tujuan: Mengetahui hubungan status gondok dengan pola menstruasi dan kejadian anemia pada wanita usia subur daerah endemik GAKI di Kenagarian Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Propinsi Sumatera Barat. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional, yang dilakukan di Kenegarian Siguntur Kecamatan Sitiung Kabupaten Tanah Datar. Subjek penelitian ini adalah 154 orang wanita usia subur dengan kriteria inklusi adalah umur 20-40 tahun bersedia menjadi responden dan melakukan pemeriksaan darah. Metode pengambilan sampel adalah secara simpel random sampling. Analisa data dilakukan dengan uji chi square dan regresi logistik. Hasil: Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa wanita usia subur yang menderita gondok 29,9%, mengalami gangguan menstruasi 35,1% dan kejadian anemia 37,0%. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara status gondok dengan pola menstruasi (OR: 6,562 ;CI: 3,076- 13,99, p< 0,005) dan anemia (OR: 3,229; CI: 1,577-6,612, p< 0,005). Kesimpulan: Status gondok mempunyai hubungan yang signifikan dengan pola menstruasi dan kejadian anemia.
Background: IDD in Indonesia is a health problem that has major impact to survival and quality of human resources. Iodine is an essential component of thyroid hormone; meanwhile thyroid hormone has an important role in reproductive function. Nutritional anemia is also a nutrition problem in Indonesia. Thyroid hormone deficiency may cause disorder in hemoglobin synthesis due to lack of thyroxine hormone and the incidence of intestine failure to absorb Fe. In hypothyroid condition, the amount of gastric acid secretion will decrease that disrupts absorption of nutrients, including Fe. Objective: To identify association between goitre status and menstruation pattern and the incidence of anemia in legible women at IDD endemic area of Kenagarian Siguntur Subdistrict of Sitiung District of Dharmasraya Province of Sumatera Barat. Method: The study was observational with cross sectional design that was carried out at Kenagarian Siguntur Subdistrict of Sitiung District of Tanah Datar. Subject of the study were 154 legible women with inclusion criteria 20-40 years old and willing to become respondent and have blood examination. Samples were taken using simple random sampling method. Data analysis used chi square and logistic regression. Result: The result of data analysis showed that some respondents had goitre (29.9%), menstruation problem (35.1%), and were anemic (37.0%). The result of statistical analysis showed there was association between goitre status and menstruation pattern (OR: 6.562; CI: 3.076-13.99, p< 0.005) and anemia (OR: 3.229; CI: 1.577-6.612, p< 0.005). Conclusion: Goitre status had significant association with menstruation pattern and the incidence of anemia.
Kata Kunci : Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI), pola menstruasi, anemia.