Improving Utilization of Communal Water Supply in Banyuwangi
Riza Al Fahroby, Prof. Dr.Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc.(Eng)
2011 | Tesis | S2 Pengel. Infrastruktur & Pembangunan Masy.Salah satu dari program untuk meningkatkan akses air adalah memperkenalkan penyediaan air komunal untuk masyarakat dengan skema HIPPAM (berbasis masyarakat). Pelaksanaan skema ini untuk penyediaan air komunal telah membangkitkan harapan bahwa perbaikan telah diwujudkan dalam penyediaan air untuk keperluan rumah tangga mereka. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji kondisi berkaitan dengan penggunaan air dan dampaknya di daerah yang didukung penyediaan air komunal dan daerah yang tidak didukung penyediaan air komuna dan untuk menentukan sejauh mana perbaikan dalam sistem penyediaan air komunal yang menyebabkan pemanfaatan/ dayaguna yang lebih baik. Daerah studi penelitian ini adalah Pakis Rowo dan Pakis Plampang sebagai daerah dengan dukungan penyediaan air komunal dan Sobo Wonosari dan Bulusan Kampung Baru merupakan area tanpa penyediaan air komunal di Daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Konsumsi air sebagai salah satu indikator akses terhadap air menjelaskan bahwa rumah tangga di Bulusan Kampung Baru memiliki akses yang baik terhadap air, ditunjukkan oleh 80% mengkonsumsi air lebih dari 60 lcd. Kinerja terburuk akses terhada air ditampilkan untuk rumah tangga tanpa sambungan individu di Pakis Rowo (sebagian sampel mengkonsumsi kurang dari 20 lcd). Dampak bagi kesehatan masyarakat ditunjukkan dari penyakit diare dan kolera dan penyakit kulit. Dampak terhadap ekonomi diindikasikan dari terciptanya usaha kecil makanan dan minuman dan pemeliharaan ternak. Dalam hal ini hampir tidak ada perbedaan signifikan di antara empat daerah tentang dampak kesehatan dan dampak ekonomi. Pemanfaatan air komunal diindikasikan oleh jumlah penggunaan air. Profil konsumsi air di Pakis Rowo 6 lcd (12,1%) untuk memasak, 40,82 lcd (82%) untuk kegiatan kebersihan, 2,2 lcd (4,4%) untuk penggunaan rekreasi/kenyamanan dan 0,73 lcd (1,5%) untuk penggunaan produksi. Sementara itu, profil konsumsi air di Pakis Plampang 4,79 lcd (7,7%) untuk memasak, 53 lcd (85,3%) untuk kegiatan kebersihan, 3,82 lcd (6,2%) untuk penggunaan rekreasi/kenyamanan dan 0,5 lcd (0,8%) untuk penggunaan produksi. Meningkatkan pemanfaatan dapat dilakukan dengan memahami apa yang telah terjadi tentang pemanfaatan air di daerah tersebut dan mengusulkan beberapa strategi dalam hal perbaikan infrastruktur, pengelolaan, dan pelibatan stakeholder
One of many programs to increase access to water is introduce communal water supply to community by HIPPAM (community based) scheme. The implementation of this scheme for communal water supply has raised the expectation that improvements have been realized in water supply provision for their domestic use. The objectives of research are to investigate conditions relate with water use and impact in the area with communal water supply and without communal water supply and to determine to what extent improvements in the water supply system have led to better utilization. The study area of this research is Pakis Rowo and Pakis Plampang as area with communal water supply and Sobo Wonosari and Bulusan Kampung Baru represent area without communal water supply in Banyuwangi Region, East Java. Water consumption as one indicator of access to water explained that household in Bulusan Kampung Baru has good access to water, shown by 80% of samples consumed more than 60 lcd. Worst performance of access of water is shown for household without individual connection in Pakis Rowo (most of sample consume less than 20 lcd). Impact to public health is indicated from water borne (diarrhea and cholera) and water washed disease (scabies). Impact to economic development is indicated from small brewing and maintaining livestock. In this case almost no differences significantly among four areas about health and economic impact. Utilization of communal water supply is indicated by number of water use/water consumption. Profile of water consumption in Pakis Rowo 6 lcd (12.1%) for ingestion, 40.82 lcd (82%) for hygiene activity, 2.2 lcd (4.4%) for amenity use and 0.73 lcd (1.5%) for productive use. Meanwhile, profile of water consumption in Pakis Plampang 4.79 lcd (7.7%) for ingestion, 53 lcd (85.3%) for hygiene activity, 3.82 lcd (6.2%) for amenity use and 0.5 lcd (0.8%) for productive use. Improving utilization can be done by understanding what has been happen about water utilization in the area and propose some strategies in infrastructure, management, community and other stakeholder.
Kata Kunci : Penyediaan air komunal, dampak, dayaguna dan konsumsi air