EQUITABLE ACCESS TO HEALTH SERVICE IN BANYUWANGI
Lusi Herawati, Prof. Dr. Sunyoto Usman
2011 | Tesis | S2 Pengel. Infrastruktur & Pembangunan Masy.Mendapatkan keadilan dalam pelayanan kesehatan adalah hak dasar bagi warga Negara. Pemerintah berkewajiban untuk memastikan pemberian pelayanan kesahatan yang merata. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perbedaan akses masyarakat ke pelayanan kesehatan di rumah sakit umum dan Puskesma di Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur, Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengidentifikasi aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan fasilitas kesehatan dengan menggunakan waktu tempuh dan pilihan moda transportasi sebagai indikator berdasarkan kelompok pengguna. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan software Flowmap. Alat analisis ini digunakan untuk menghitung daerah pelayanan dari fasilitas kesehatan yang sudah ada dan menyediakan scenario untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan fasilitas kesehatan dengan pilihan moda transportasi yang berbeda : berjalan, becak, dan angkutan umum untuk kelompok miskin serta sepeda motor dan mobile untuk kelompok bukan-miskin dengan batas waktu tempuh yang berbeda yaitu 30 menit, 30 – 60 menit dan lebih dari 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan, untuk kelompok miskin, dengan berjalan, layanan rumah sakit umum dapat dicapai oleh 4,8% orang miskin dalam 30 menit, 5,6% dalam 30 - 60 menit dan 89,4% membutuhkan lebih dari 60 menit. Dengan menggunakan becak, 7,6% orang miskin dapat mengakses layanan rumah sakit umum dalam 30 menit, 21% dalam 30 - 60 menit dan 71,4% membutuhkan lebih dari 60 menit. Dengan menggunakan transportasi umum, 40% orang miskin dapat mengakses pelayanan rumah sakit umum dalam 30 menit, 33,5% dalam waktu 30 - 60 menit dan 26% membutuhkan lebih dari 60 menit. Di sisi lain untuk kelompok bukan miskin, dengan menggunakan sepeda motor, 51,2% penduduk bukan miskin dapat mengakses layanan rumah sakit umum dalam 30 menit, 33,7% dalam 30 - 60 menit dan 15,1% membutuhkan lebih dari 60 menit sementara dengan menggunakan mobil, 55,2% penduduk bukan miskin dapat mengakses layanan rumah sakit umum dalam 30 menit, 32,1% dalam 30 - 60 menit dan 12,7% membutuhkan lebih dari 60 menit. Dari analisis dapat dsimpulkan bahwa terjadi perbedaan aksesibilitas antara kelompok miskin dan bukan miskin. Aksesibilitas kelompok miskin ke fasilitas kesehatan lebih rendah dari kelompok bukan miskin. Kondisi ini terjadi karena kebijakan yang selama ini belum cukup memberikan perhatian pada aspek aksesibilitas kelompok miskin.
Getting equitable health care is a basic right for citizens. Government is responsible to ensure equitable care is given. This research was conducted to analyze community discrepancy in access to health services in general hospitals and health center (Puskesmas) in Banyuwangi, East Java Province, Indonesia. This research was executed by identifiying community accessibility to health facilities services by using travel time and transport mode choice as an indicator (distinguishing user groups). Data analysis technique that are used in this research have been operationalized in Flowmap software. This tool helps to calculate the catchment area of existing health facility and provide the scenario for improving the accessibility of community to health facility service (by different transport modal choices: walking, becak and public transport for the considered poor group and motorcycle and car for the considered non-poor group with different travel time thresholds of 30 minutes, 30 - 60 minutes and more than 60 minutes). The result of the research shows, for the poor group, by walking, general hospital services can be reached by 4,8% poor people in 30 minutes, 5,6% within 30 - 60 minutes and 89,4% need more than 60 minutes. By using becak, 7,6% poor people can access general hospital service in 30 minutes, 21% within 30 – 60 minutes and 71,4% need more than 60 minutes. By using public transport, 40% poor people can access general hospital service in 30 minutes, 33,5% within 30 – 60 minutes and 26% need more than 60 minutes. In the other hand for the nonpoor group, by using motorcycle, 51,2% non-poor can access general hospital service in 30 minutes, 33,7% within 30 – 60 minutes and 15,1% need more than 60 minutes while by using car, 55,2% non-poor can access general hospital service in 30 minutes, 32,1% within 30 – 60 minutes and 12,7% need more than 60 minutes. From the analysis concluded that there is an accessibility difference between poor and non-poor group. The accessibility to the health facilities of poor group is lower than the non-poor group. This condition occurred because prevailing policies to provide equitable health care have paid unsufficient attention to accessibility aspects of poor groups
Kata Kunci : fasilitas kesehatan, aksesibilitas dan miskin