PERSEPSI GURU DAN PERANANNYA DALAM PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK
Budi Suryana, dr. Ova Emillia, M.Med.Ed, SpOG., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Promosi kesehatan dalam meningkatkan kesadaran melalui sektor pendidikan merupakan suatu cara pencegahan HIV/AIDS dikalangan remaja, karena sekolah dapat menjangkau siswa dalam jumlah besar untuk penyampaian informasi, maka peranan guru dalam pencegahan HIV/AIDS menjadi sangat penting. Sebagai penyampai informasi hendaknya guru mempunyai pemahaman yang baik, karena guru dibutuhkan sebagai seorang agen kunci bagi siswa dalam merespon masalah HIV/AIDS di lingkungan sekolah. Tujuan: Mengetahui hubungan persepsi guru dan peranannya dalam pencegahan HIV/AIDS pada siswa SMA di Kota Pontianak. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dan didukung data kualitatif melalui wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah guru dan siswa dengan unit analisis 8 Sekolah Menengah Atas berdasarkan kategori standar sekolah. Dengan total 400 responden, terdiri 200 guru dan 200 siswa, yang diambil secara stratified random sampling. Analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman, dengan taraf signifikansi p<0,05. Hasil: Guru memiliki peranan tinggi dalam pencegahan HIV/AIDS dengan persentase 50,5%, memiliki persepsi baik 53,5% dan memiliki pengetahuan tinggi tentang HIV/AIDS 50,0%. Terdapat hubungan positif antara persepsi dan pengetahuan dengan peranan guru dalam pencegahan HIV/AIDS. Dengan makna bahwa semakin baik persepsi guru tentang HIV/AIDS, semakin tinggi peranannya dalam pencegahan HIV/AIDS. Selanjutnya semakin tinggi pengetahuan guru tentang pencegahan HIV/AIDS, semakin tinggi peranannya dalam pencegahan HIV/AIDS pada siswa SMA di Kota Pontianak. Kesimpulan: Pengetahuan dan persepsi baik tentang HIV/AIDS dapat meningkatkan peranan guru dalam pencegahan HIV/AIDS pada siswa, maka penting bagi guru sebagai penyampai informasi mempunyai pemahaman yang baik, dengan teknik pembelajaran yang interaktif dan inovatif.
Background: Health promotion in increasing awareness through education sector is one way in HIV/AIDS prevention among adolescence, because the school could reach their students in mass number to conveying information, thus the teacher’s role in HIV/AIDS prevention become very important. As an information messenger, the teacher ought to had good understanding, because teacher was needed as key agent for their students in responding HIV/AIDS problem in the school area. Objectives: To knowing the correlation between teacher’s perception and their role in HIV/AIDS prevention in students of Senior High School in Pontianak Municipality. Methods: This was observational study by cross sectional design and was supported by qualitative data through indepth interview. The respondents were teachers and the students, analysis unit were 8 Senior High School based on school standard category. Total were 400 respondents, consist of 200 teachers and 200 students, and was obtained by stratified random sampling. Data analysis used Rank Spearman correlation, with significance level p< 0.05. Results: The teachers had important role in HIV/AIDS prevention with the percentage of 50.5%, had good perception was 53.5% and had good knowledge was 50.0%. There was positive correlation between perception and knowledge to teacher’s role in HIV/AIDS prevention. This means that more positive the teacher’s perception on HIV/AIDS, the higher their role in HIV/AIDS prevention. The higher the teacher’s knowledge on HIV/AIDS, the higher their role in HIV/AIDS prevention among students of Senior High School in Pontianak Municipality. Conclusion: Good knowledge and perception on HIV/AIDS could increasing the teacher’s role in HIV/AIDS prevention in the students, thus it was important for the teacher as information messenger had good understanding, with interactive and innovative learning technique. .
Kata Kunci : persepsi, peran guru, HIV/AIDS