PERLINDUNGAN HUKUM ATAS MEREK BATIK DI SURAKARTA
Primastuti, Prof. M. Hawin, S.H., LL.M., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hukum memberikan perlindungan kepada para produsen dan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap para pengusaha batik di kampung batik Laweyan Surakarta, terkait dengan Undang-undang no. 15 tahun 2001 tentang Merek. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat yuridis empiris, artinya fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, dikaitkan dengan kaidah-kaidah hukum lainnya, selain itu penelitian ini juga bersifat yuridis normatif, yaitu penelitian yang yang didasarkan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan terhadap masalahmasalah yang diteliti dengan meninjau dari segi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan menggunakan bahan hukum lainnya. Penelitian lapanagan (field research) dilakukan untuk memperoleh data primer, sedangkan penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perlindungan Hukum yang diberikan kepada para pengusaha batik di Kampung batik Laweyan Surakarta belum optimal. Hal ini tampak dari pelanggaran hak atas merek yang masih terjadi, meskipun merek telah didaftarkan, (2) usaha-usaha yang ditempuh oleh para pengusaha batik dalam melindungi merek batik milik mereka, belum sepenuhnya berhasil, hal ini tampak dari masih banyaknya merek batik milik mereka yang dipalsukan,disebabkan karena simbol,logo,tulisan,angka,dan gambar yang dibuat untuk merek yang dibuat masih terlalu mudah untuk ditiru; masih banyak pengusaha batik yang belum mendaftarkan mereknya, dan dalam usaha melindungi mereknya mereka hanya melakukan tindakan prefentif.
This research was conducted to find out how the law provides protection to producers and to determine the form of legal protection of entrepreneurs in the village of batik , batik Laweyan Surakarta, associated with the Law number 15 year 2001 on the brand. Research method was juridical empiric, it mean that field fact will other law principles.Moreever,research also juridical normative, it means that study was based on literatures research which esthablished by referring the issue to Indonesian valid regulations and employs other law material. Field research was conducted to gain primary data, while literature was for secondary data. The research result reveals that: (1) Legal protection given to entrepreneurs in the village of batik Laweyan Surakarta not optimal. This is evident from the infringement of the mark that still occurred, although the brand was registered, (2) efforts taken by employers to protect the brand of batik batik in their possession, has not been fully successful, it is apparent from the many brands of batik is still theirs counterfeit,because the symbols, logos, text, numbers, and images made for a brand that is made is still too easy to be imitated; still a lot of batik entrepreneurs who have not registered its brand, and in an effort to protect its brand they are justdoing preventiveaction.
Kata Kunci : Perlindungan hukum, merek