KAJIAN PEMBATALAN AKTA JUAL BELI TANAH YANG DISERTAI AKTA PENGAKUAN HUTANG DENGAN JAMINAN TANAH OBYEK PERJANJIAN (Studi Kasus Perkara Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 309/Pdt.G/2006/PN.Dps)
KOMANG PRAYOGA KUSUMA DIHARTA, Dr. Sutanto, S.H., M.S.
2011 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bersifat yuridis normatif-empiris. Bersifat normatif karena penelitian ini mengkaji dokumen hukum berupa putusan pengadilan serta penelusuran dokuen hukum lainnya, sedangkan bersifat empiris karena penelitian ini juga melihat dan memotret fenomena yang terjadi di masyarakat seingga diperlukan penelitian lapangan. Adapun aspek yuridis penelitian ini karena menelaah permasalahan yang dikaji berdasarkan peraturan hukum maupun doktrin. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan dan data primer yang diperoleh melalui penelitian lapangan dengan teknik wawancara. Dari hasil penelitian diketahui bahwa jual beli tanah menurut Hukum Tanah Nasional yang berdasarkan hukum adat, terjadinya peralihan hak milik pada saat ditandatanganinya Akta Jual Beli, oleh karenanya pada jual beli tanah dengan pembayaran bertahap, Akta Jual Beli baru ditandatangani setelah harga tanah dibayar lunas. Dengan hal tersebut dibuat suatu perjanjian perikatan jual beli selama pembayaran harga agar menjamin terlaksananya jual beli tanah nantinya bila harganya telah dibayar lunas. Jual beli tanah yang disertai Akta Pengakuan Hutang dapat terjadi karena saat ditandatanganinya Akta Jual Beli, harga tanah yang disepakati belum dibayar sepenuhnya sehingga sisa pembayaran harga tanah dituangkan ke dalam akta pengakuan hutang dengan memakai jaminan. Putusan Hakim dalam perkara No. 309/Pdt.G/2006/PN.Dps. yang membatalkan jual beli tanah yang disertai Akta Pengakuan Hutang dengan jaminan tanah yang diperjualbelikan, menurut Hukum Tanah Nasional tidak tepat. Hal ini karena jual beli tanah dan Akta Pengakuan Hutang merupakan dua perbuatan hukum yang berbeda dimana jual beli tanah yang dilakukan telah selesai dan sah terlaksana, sedangkan Pembeli yang tidak dapat melunasi sisa pembayaran harga tanah pada dasarnya wanprestasi terhadap Akta Pengakuan Hutang sehingga jaminan dalam Akta Pengakuan Hutang tersebutlah yang harusnya dieksekusi.
This research is juridical normative-empirical study. Normative for this research studied law document which was court verdict also other documents investigation, whereas empirical for this research also seen and portrayed phenomena occurred within society thus field research needed. As for research juridical aspect was because examining issue studied based on law regulations or doctrines. Data used in the research was secondary data obtained through literature study and primary data obtained from field study by interview technique. From research result revealed that realty trading according to National Realty Law based on customary law, ownership rights transition happened when Trading Certificate is signed, therefore in realty trading with gradual payment, Trading Certificate will only be signed after the realty is paid off. By that means, a trading bond agreement is made during payment period hence guarantee realty trading success when the price is paid off. Realty trading accompanied by Debt Admission Certificate could be occurred because in time of Trading Certificate signing, prearranged realty price is not fully paid off thus rest of the realty price payment presented into debt admission certificate using warranty. Judge verdict in case Number 309/Pdt.G/2006/PN.Dps which cancelled realty trading accompanied by Debt Admission Certificate was improper. This was because realty trading and Debt Admission Certificate are two different law acts where realty trading was completely carried out and legally accomplished, whereas Buyer who could not settle rest of the realty price basically default to Debt Admission Certificate hence warranty within the Debt Admission Certificate is the one should be executed.
Kata Kunci : pembatalan, akta jual beli, akta pengakuan hutang.