HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH RENDAH DENGAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PENDERITA HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS
Nur Takdir Kurnia Setiawan, dr. Sekar Satiti, Sp.S(K)
2011 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSLatar belakang. Komplikasi neuropsikiatri berupa gangguan kognitif sering timbul pada penderita infeksi HIV. Status gizi merupakan prediktor penting dalam progresivitas AIDS dan ketahanan hidup pada penderita HIV. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan alat ukur yang penting dan mudah untuk menilai status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proporsi gangguan kognitif pada pasien HIV dan menilai adanya perbedaan terjadinya gangguan kognitif antara IMT rendah dan IMT normal range pada penderita HIV. Metode. Sebuah penelitian cross-sectional dengan pengambilan sampel secara konsekutif ini mengambil 96 subjek dari populasi penelitian penderita HIV di poliklinik Edelweis RSUP DR. Sardjito Yogyakarta mulai bulan Januari 2011 yang memenuhi kriteria eligibilitas. Penilaian gangguan kognitif diperoleh dari pemeriksaan MMSE. Trial making test A dan B ditambahkan untuk mengukur kecepatan psikomotorik. Variabel lain yang diperhitungkan dalam penelitian ini meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, angka CD4, terapi ARV, lama menderita HIV, anemia, trombositopenia dan nilai TLC. Hasil. Uji hipotesis menggunakan Chi-square test dengan nilai p<0,05 secara statistik dinyatakan bermakna. Estimasi risiko relatif dinyatakan dengan Rasio prevalensi (RP) yang menggambarkan peran faktor risiko (IMT rendah) terhadap terjadinya gangguan kognitif pada pasien HIV Pada analisis multivariat untuk mengendalikan faktor perancu digunakan regresi logistik.
Introduction. Cognitive decline as neuropsychiatric complications most often occur in people with HIV infection. Nutritional status is an important predictor of AIDS progression and survival in patients with HIV. Body mass index (BMI) is an important measure of nutritional status in patients with HIV infection. The aim of this research is to assess the proportion of cognitive decline among patients with HIV and to compare the occurrence of cognitive decline between low BMI and normal range BMI in patients with HIV. Methods. A cross-sectional study with consecutive sampling will taking 96 subjects of the study population of HIV patients in the Edelweis clinic DR. Sardjito general hospital Yogyakarta starting in January 2011 who fulfill eligibility criteria. Assessment of cognitive decline derived from the MMSE examination. Trial making test A and B are added to measure psychomotor speed. The other variables are taken into account in this study were age, gender, educational level, marital status, CD4 count administration of ARV, duration of HIV, Anemia, thrombocytopenia, and total lymphocyte count. Result. Hypothesis testing is done by Chi-square test with p <0.05 as statistically significant. Relative risk estimates expressed as prevalence ratios (RP) which describes the role of risk factors (low BMI) against the occurrence of cognitive decline in HIV patients. Logistic regression is used for confounding factors controlling in multivariate analysis.
Kata Kunci : indeks massa tubuh, gangguan kognitif, Human Immunodeficiency Virus