PERENCANAAN NORMALISASI SUNGAI HATU HILIR PADA DESA HATU KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH
AGUSTINUS SAKLIRESI, Prof. Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, CES.,DEA
2011 | Tesis | S2 Mag.Pengl.Sumberdaya AirSungai merupakan drainase alamiah yang berfungsi untuk menyalurkan air hujan yang berlebihan dari suatu tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah dan berakhir di laut. Sungai Hatu merupakan salah satu sungai besar yang terdapat di pulau Ambon, tepatnya di Desa Hatu Kabupaten Maluku Tengah. Sungai tersebut memiliki karakteristik tersendiri dimana kapasitas tampung di beberapa penggal/ruas terlalu kecil serta mempunyai garis alur sungai yang tidak Stream line. Hal tersebut menyebabkan kapasitas pengaliran sungai menjadi berkurang sehingga hampir setiap tahun terjadi luapan dan genangan air. Oleh sebab itu diperlukan suatu kajian khusus untuk memperoleh solusi penanganan yang terbaik guna mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian ini dilakukan baik untuk analisis hidrologi maupun analisis hidraulika. Analisis hidrologi dilakukan untuk mengetahui besar debit bajir maksimum yang terjadi untuk beberapa kala ulang. Analisis hidraulika dilakukan dengan menggunaka software HEC-RAS untuk mengetahui tinggi muka air banjir maksimum dalam berbagai bentuk geometri sungai. Hasil simulasi dengan menggunakan software HEC-RAS menunjukkan bahwa tinggi muka air banjir yang terjadi pada saat adanya masukan debit (Q) dengan kala ulang 10 tahun sebesar 299.97 m3/detik yang bersamaan dengan pasang maksimum, akan menghasilkan tinggi limpasan sebesar 2.32 meter yang terjadi pada RS 16, sehingga diperlukan bangunan tanggul. Penurunan tinggi muka air hanya dapat dilakukan dengan cara normalisasi penampang sungai. Sedangkan tinggi muka air untuk kedua kondisi geometri yakni: jetty dan jetty+keruk tidak mengalami perubahan yang signifikan.
River is a natural drainage which has a function to channel excess rain water from a higher place to lower place and ends to the sea. Hatu River is one of the major rivers located in Ambon island, precisely at Hatu Village of Central Maluku regency. The river is unique since its capacities in several segments are too narrow and the river basin is not a Streamline-type. It reduced the drainage capacity of the rivers which then it causes yearly flood and waterlogging. Therefore, it needs to conduct a special study to obtain the best handling solutions to overcome the existing problems. The research was conducted by using both hydrology and hydraulics analyses. Hydrological analysis was performed to determine the maximum flood discharge with periodical flood. Hydraulics analysis was performed by using the HEC-RAS software package to determine the maximum water level of the flood in various forms of river geometry. The simulated results by using HEC-RAS software showed that water level of the occurred flood when the discharge (Q) existed with its periodical 10 years was 299.97 m3/s that coinciding with maximum tides, and also it produced a runoff of 2.32 m height at RS 16. Therefore, it was reasonable to build the dikes. Decreasing the water level can only be done through normalization effort at the river section. While the water level for both geometry conditions e.g., jetty and jetty+dredging, was not affected significantly.
Kata Kunci : hidrologi, banjir, hidraulika, genangan