Laporkan Masalah

UPAYA MENURUNKAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PENGOBATAN ISPA MELALUI SELF-MONITORING DI PUSKESMAS KOTA SINGKAWANG

Yearmi Wirinar, S.Si, Dra. Siti Munawaroh, Apt., M.Kes.

2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMKO

Latar Belakang, Penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan penyakit terbanyak di Kota Singkawang. Pada tahun 2005, kasus ISPA non pneumonia pada balita mencapai 50,5%. Penggunaan antibiotika pada kasus ISPA pada tahun 2006 mencapai 89,8%. Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan penggunaan obat yang rasional di puskesmas belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Oleh karena itu melalui penelitian ini dilakukan intervensi self-monitoring sebagai upaya untuk menurunkan penggunaan antibiotika pada pengobatan ISPA di Puskesmas. Tujuan Penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan apakah melalui intervensi self-monitoring dapat menurunkan penggunaan antibiotika dan polifarmasi pada pengobatan ISPA, dengan parameter persentase pasien ISPA yang menerima antibiotika dan rerata jumlah obat per resep (polifarmasi). Metode Penelitian. Jenis penelitian ini adalah eksperimental kuasi dengan menggunakan rancangan non-random sebelum dan sesudah dengan kelompok kontrol atau non-randomized pretest-posttest control group design. Sebagai unit analisisnya adalah puskesmas. Penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol, masing-masing kelompok terdiri dari 8 puskesmas. Subjek penelitian adalah dokter dan paramedis pelaksana pengobatan di puskesmas. Data peresepan dikumpulkan selama 3 bulan sebelum dan 3 bulan setelah intervensi. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan menghitung persentase penggunaan antibiotika dan polifarmasi setiap bulan. Data ditabulasi dan dianalisis statistik dengan Kruskal-Willis Test dan Mann-Whitney Test. Hasil Penelitian, Setelah dilakukan intervensi self-monitoring, pada kelompok perlakuan terjadi penurunan penggunaan antibiotika dari 69,2% sebelum intervensi menjadi 31,7% setelah intervensi (reduksi 54,2%), dan polifarmasi terjadi penurunan dari 4,8 sebelum intervensi menjadi 4,3 setelah intervensi (reduksi 10,4%). Pada kelompok kontrol tidak terjadi penurunan bahkan terjadi kenaikan penggunaan antibiotika dari 64,7% sebelum intervensi menjadi 67,7% setelah intervensi (bertambah 4,4%), dan polifarmasi juga terjadi kenaikan dari 4,8 sebelum intervensi menjadi 5 setelah intervensi (bertambah 4%). Kesimpulan. Disimpulkan bahwa intervensi self-monitoring yang dilakukan oleh puskesmas dan diikuti dengan pemberian umpan balik oleh Dinas Kesehatan menurunkan penggunaan antibiotika dan polifarmasi pada pengobatan ISPA.

Background. Acute respiratory infection (ARI) disease is the most enormous number at Singkawang City. In 2005, the prevalence of non pnemonia ARI was 50.5%. The antibiotics utilization for ARI in 2006 reached 89.8%. Some efforts have been conducted to improve rational drug utilization at the public health centers but it is still far from intended goal. Hence, through this study, it is conducted a self-monitoring intervention as an effort to decrease antibiotics utilization toward ARI treatment at the public health centers. Objective. This study was conducted to evident whether self-monitoring intervention can decrease antibiotics utilization and polypharmaceutical for ARI treatment, by using parameters of patient those treated with antibiotics and a mean of drugs per presciption (polypharmaceutical). Method. This is an quasy-experimental study by non-randomized pretestpostes control group design. The analysis unit is some public health centers. The study divided into two groups, of equal treatment and control groups as 8 public health centers. The subjects were physicians and professionals at the public health centers. The prescription data was collected for 3 months before and after interventions. The collected data was then analyzed by calculating percentage of antibiotics utilization and polypharmaceutical monthly. It was then tabulated and analyzed by statistical Kruskal-Willis Test and Mann-Whitney Test. Results. After self-monitoring intervention conducted, the treatment group yielded a decreased numbers of antibiotics utilization from 69.2% (before) to 31.7% (after) intervention (reduced 54.2%), and the polypharmaceutical was decreased from 4.8 (before) to 4.3 (after) intervention (reduced 10.4%). For the control group, there was no decreased number occured, in contrary, it found an increased number of antibiotics utilization from 64.7% (before) to 67.7% (after) intervention given (increased to 4.4%), and also similarly, the polypharmaceutical was also increased from 4.8 (before) to 5 (after) interventian given (increased to 4%) Conclusion. It was concluded that self-monitoring intervention conducted by public health and followed up by a feedback given by the District Health Team may decrease antibiotics utilization and polypharmaceutical toward ARI treatment.

Kata Kunci : ISPA, self-monitoring, penggunaan obat.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.