Laporkan Masalah

PENGARUH TEMPERATUR, PAKAIAN DAN JENIS KELAMIN TERHADAP SHORT TERM MEMORY (Effect of Temperature, Clothing and Gender on Short term memory)

Idham Halid Lahay, ST., Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Teknik Industri

Kereta api merupakan salah satu alat transportasi angkutan umum yang memberikan layanan eksekutif, dengan menggunakan pengkondisian udara guna memberikan kenyamanan kepada penumpang. Temperatur di dalam salah satu gerbong kereta api yang dilakukan pengukuran secara langsung adalah 21 o C dan 25 o C. Temperatur 21 o C dinilai oleh penumpang sangat dingin dan 25 o C merupakan temperatur nyaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur, pakaian dan jenis kelamin terhadap short term memory. Penelitian ini melibatkan sepuluh orang yang terdiri dari lima orang laki-laki dan lima orang wanita, sehat jasmani dan rohani, dengan usia 20,6 (SD 0,69) tahun, tinggi badan 166,1 (SD 5,7) cm dan berat badan 61,5 (SD 15,5) kg, serta tidak memiliki gangguan penglihatan dan pendengaran. Alat ukur yang digunakan Software short-term memory span dari design tools, yaitu dengan 7 deretan angka acak. Pakaian yang digunakan adalah 1 clo dan 0,5 clo, sedangkan untuk temperatur digunakan 21 o C dan 25 o C. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisa dengan ANOVA tiga faktor. Performansi short term memory dilihat dari variasi temperature, pakaian dan jenis kelamin,tidak memberikan perbedaan hasil secara signifikan. Interaksi antara temperatur dan pakaian, temperatur dan jenis kelamin serta pakaian dan jenis kelamin tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap short term memory.

The train is one of public transportation that provides executive services, using air conditioning to provide comfort to passengers. The temperatures inside one of the train which was measured directly were 21 o C and 25 o C. Temperature 21 o C highly cool rated by passengers and comfortable temperature is 25 o C. The purpose of this research was to determine the effect of temperature, clothing and gender on short-term memory. This research involved ten people consisting of five men and five women, physically and mentally health, with age 20.6 (SD 0.69) years, height 166.1 (SD 5.7) cm and weight 61.5 (SD 15.5) kg, and they did not have impaired vision and hearing. Software measurement tool used short-term memory span of design tools, namely with 7 rows of random numbers. The clothing is used that 1 Clo and 0.5 Clo, while for the temperature used 21 o C and 25 o C. Data results of this research were analyzed by three-factor ANOVA. Short-term memory performance based from the variation of temperature, clothing and gender did not give significantly different results. The interaction between temperature and wear, temperature and gender as well as clothing and gender do not have a significant influence on short-term memory.

Kata Kunci : temperatur, pakaian, jenis kelamin, short term memory


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.