EVALUASI KESESUAIAN LAHAN DAN PEMANFAATAN POTENSI PRESIPITASI UNTUK PENGEMBANGAN PALAWIJA DI LAHAN KERING, KECAMATAN KUALA CENAKU, KABUPATEN INDRAGIRI HULU, RIAU
MARDAWILIS, Prof. Dr. Ir. H. Bambang Hendro S, SU.
2011 | Disertasi | S3 Ilmu TanahPengelolaan lahan dan air di lahan kering beriklim basah sangat berperanan untuk peningkatan produktivitas tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan antara lain : Tahap I; Mengkarakterisasi kondisi lahan, dan mengidentifikasi keragaman curah hujan di wilayah penelitian, Tahap II : Mengevaluasi kesesuaian lahan untuk usahatani tanaman palawija di wilayah penelitian, dan mempelajari ketersediaan sumberdaya air baik air tanah maupun air permukaan, dan c. Tahap III : Mengetahui kebutuhan air tanaman palawija berdasarkan indeks kecukupan air, menentukan skenario pemberian air irigasi untuk menekan kehilangan hasil, dan menyusun rencana masa tanam untuk tanaman palawija di lahan kering. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Inderagiri Hulu, Riau yang difokuskan pada lahan kering/tadah hujan untuk pengembangan tanaman pangan. Penelitian dilakukan dalam bentuk analisis data primer dan sekunder serta survei lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tanah di wilayah penelitian merupakan tanah Inceptisol dan Histosol dengan sebaran jenis tanahnya yakni Typic Dystrudept (tekstur geluh lempungan). 1.264 Ha (17,75%), Typic Dystrudept (tekstur; lempung geluhan) 615 Ha (8,64%), Humic Dystrudept 3.699 Ha (51,95%), Aquic Dystrudept 104 Ha (1,46%), dan Sapric Haplohemists 1.437 Ha (20,50%). Kesesuaian lahan aktual untuk tanaman jagung (Zea mays. L) pada tingkat semi-detail di wilayah penelitian termasuk sub kelas kesesuaian S3n (Pulau Gelang), S3fn (Sukajadi dan Tanjung Sari), dan S3rfn (Kuala Mulia). Kedelai (Glycine max. L) adalah sub kelas kesesuaian S3n (Pulau Gelang), S3fn (Kuala Mulia) dan S3rfn (Sukajadi dan Tanjung Sari), serta untuk kacang tanah (Arachis hypogea. L) adalah sub kelas kesesuaian S3n (Pulau Gelang) dan S3rfn (Kuala Mulia, Sukajadi dan Tanjung Sari). Lahan gambut (Kuala Cenaku) untuk ke tiga komoditas tersebut termasuk sub kelas N1. Kesesuaian lahan potensial untuk tanaman jagung dari kelas kesesuaian S3 menjadi S2 diperoleh pada lahan Pulau Gelang (S2fn), Sukajadi dan Tanjung Sari (S2rfn), kecuali Kuala Mulia (S3r), tanaman kedelai semua lahan Pulau Gelang, Sukajadi, Kuala Mulia dan Tanjung Sari dapat menjadi kelas S2 dengan sub kelas S2twrfn, dan tanaman kacang tanah hanya pada lahan Pulau Gelang (S2wrfn). Berdasarkan air tersedia dan potensi masa tanam bagi tanaman jagung, kacang tanah dan kedelai, maka kualitas lahan Kuala Mulia, Sukajadi dan Tanjung Sari, dapat meningkat menjadi kelas kesesuaian S2 dengan pengelolaan faktor pembatas berupa pengaturan drainase, pemberian mulsa dan pemupukan. Hasil analisis ekonomi masing-masing sistem pola tanam menunjukkan bahwa optimalisasi maksimum diperoleh pada pola tanam Jagung – Kacang Tanah – Kacang Tanah, dan berturut-turut pada pola Jagung – Jagung – Kacang Tanah, Jagung+Kedelai – Jagung – Kacang Tanah, Kacang Tanah – Jagung – Kedelai, Kedelai – Jagung – Kacang Tanah, serta terakhir pada pola Jagung+Kacang Tanah – Jagung – Kedelai) dengan nilai optimalisasi maksimum yang diperoleh masing-masing pola tanam berkisar antara Rp.16.824.550 – 19.720.180.
Land and water management in dry land of wet climate has on important role in increasing land productivity. This research was conducted with the purpose of: (1) Phase I, Characterize land condition, and identifying the diversity of rainfall in the study area, (2) Phase II, Evaluate the suitability of land for farming crops in the area of research, and study the availability of water resources bath for ground water and surface water, and (3). Phase III, To know the water needs of crops under water sufficiency index, determine the scenario of irrigation water to minimize yield losses, and plan the planting period for crops in dry land. The experiment was conducted in the sub district of Kuala Cenaku, District Inderagiri Hulu, Riau, which is focused on dry land for food crop development. Research conducted in the form of primary and secondary data analysis and field survey. The results showed that, land in the area of research consists of Inceptisol and Histosol with soil types namely Typic Dystrudept (clay loam). 1.264 ha (17,75%), Typic Dystrudept (loamy clay ) 615 ha (8,64%), Humic Dystrudept 3.699 ha (51,95%), Aquic Dystrudept 104 ha (1,46%), and Sapric Haplohemists 1.437 ha (20,50%). Land suitability assessment for Corn (Zea mays. L) in a semi-detailed in the research area, includes sub-class S3n (Pulau Gelang), S3fn (Sukajadi and Tanjung Sari, and S3rfn (Kuala Mulia). Mean while for Soybean (Glycine max . L) is a suitability of sub-class S3n (Pulau Gelang, S3fn (Kuala Kuala Mulia and S3rfn (Sukajadi and Tanjung Sari), and for peanut (Arachis hypogea. L) is a suitability sub-class S3n S3n (Pulau Gelang) and S3rfn (Kuala Mulia, Sukajadi and Tanjung Sari). In peatlands (Kuala Cenaku) for the three commodities subclass includes N1 (not appropriate at this time). Potential land suitability for corns suitability of S3 into S2 obtained at Pulau Gelang (S2fn), Sukajadi and Tanjung Sari ( S2rfn), except Kuala Mulia (S3r), for soybeans at Pulau Gelang, Sukajadi, Kuala Mulia dan Tanjung Sari can be a class with sub class S2twrfn, and peanut crops on the land only Pulau Gelang (S2wrfn). Based on available water and potential planting period for maize, soybeans and peanuts, then the land quality Sukajadi, Kuala Mulia and Tanjung Sari, can be increased to become the suitability class S2 with the management of the inhibiting factors such drainage arrangements, mulching and fertilizing. The result of the economic analysis of each cropping system showed that the maximum optimization were obtained in ie cropping Corn - Peanuts - Peanuts, followed by Corn - Corn - Peanuts, Corn + Soybeans - Corn - Peanuts, Peanuts - Corn - Soybean, Soybeans - Corn - Peanuts, and the last on Corn + Peanut - Corn – Soybean with a maximum value obtained by optimizing each of the planting pattrn between Rp. 16.824.550 – 19.720.180,-.
Kata Kunci : Kesesuaian lahan, neraca air, potensi masa tanam, pola tanam.