KEPARIWISATAAN ALAM MERESPON TANTANGAN PERUBAHAN IKLIM (Studi Kasus di Taman Nasional Tanjung Puting
JOHAN SETIAWAN, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, MS.
2011 | Tesis | S2 Magister Kajian PariwisataIklim dapat mempengaruhi kualitas dan macam aktivitas wisata yang dapat dikembangkan dalam suatu wilayah. Sumberdaya pariwisata alam sangat rentan atas dampak langsung dan tidak langsung dari ancaman perubahan iklim. Kenaikan suhu yang ekstrim dan perubahan panjang musim dingin dan atau musim panas dapat mempengaruhi rencana tinggal wisatawan (length of stay). Pada sisi lain pariwisata juga turut berkontribusi terhadap pemanasan global melalui emisi gas buang dari sarana transportasi, akomodasi dan aktivitas wisata lainnya. Pada tahun 2005 UNWTO memprediksi jika bisnis pariwisata dijalankan seperti biasa, tidak ada program-program adaptasi, maka diperkirakan pada tahun 2035 emisi yang dihasilkan sektor pariwisata akan meningkat 161% lebih banyak dari sekarang. Berangkat dari fakta-fakta tersebut, UNWTO mengajak seluruh stakeholders pariwisata dunia mulai dari tingkat individu sampai Negara untuk merespon fenomena perubahan iklim dengan melakukan program adaptasi yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor pariwisata guna menghambat laju ancaman pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik tipologi wisatawan dan cara pandangnya atas fenomena perubahan iklim. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji program-program adaptasi yang dapat dikembangkan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) sesuai dengan potensi yang ada menurut perspektif wisatawan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pasar wisata TNTP memiliki karakteristik ‘Eco-tourist’ yang punya kepekaan tinggi terhadap isu-isu lingkungan, termasuk ancaman fenomena perubahan iklim. Wisatawan memiliki etika dan kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian alam dan budaya lokal. Secara umum wisatawan TNTP juga memiliki tingkat pendidikan dan pendapatan yang tinggi, sehingga punya potensi berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan. 2. Wisatawan TNTP menyadari perubahan iklim merupakan tantangan serius dan perlu dilakukan langkah-langkah responsif yang kongkret. Program adaptasi yang dikehendaki wisatawan adalah program fund raising untuk konservasi Orangutan dan habitatnya. Wisatawan bersedia memberi donasi Rp.172.000,00 per orang. Konsep donasi ini adalah mekanisme offset emission dari emisi yang dihasilkan wisatawan melalui penyediaan dana untuk usaha konservasi TNTP. Wisatawan mendorong pengelola destinasi untuk melakukan program adaptasi melalui improvisasi dan investasi teknologi mesin kapal wisata (kelotok) yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi serta tidak menimbulkan kebisingan yang berlebihan. Wisatawan juga menghendaki adanya pembatasan kunjungan guna melindungi sumberdaya pariwisata TNTP dan menjaga kualitas kunjungan wisata. 3. Wisatawan cenderung tidak menghendaki digabung dengan rombongan wisatawan lainnya dalam ‘kelotok umum’ sebagai bentuk efisiensi bahan bahan bakar dan mitigasi emisi gas buang. Penggabungan perjalanan rombongan wisatawan dengan kelompok lain justru mengurangi kualitas perjalanan wisata di TNTP. Wisatawan juga cenderung tidak bersedia terlibat langsung dalam kegiatan penanaman dan rehabilitasi kawasan selama dalam perjalanan wisatanya di TNTP.
Climate may affect the quality and type of tourism activities that developed within a region. There are some natural tourism resources which is very vulnerable toward direct and indirect impacts of the climate change threats. Increased extremely temperatures and also the changes in length of winter or summer may affect visitors length of stay. On the other hand, tourism may contribute to global warming through gas emissions from transportation, accommodation and other related tourism activities. In 2005 UNWTO predict if the tourism business is run as ‘business-asusual’ scenario, there is no any response or adaptation program, that predicted in 2035 the emissions produced from tourism sector will increase 161% higher than today. Considering these facts, UNWTO invites overall stakeholders of individual to the State level responding to the climate change phenomena by implementing adaptation program in order to reduce greenhouse gas emissions and preventing global warming threats. This study aims to understand the characteristics of visitor typology and their points of view toward the climate change phenomena. It is also purposed to explore and assess adaptation program that can be developed in Tanjung Puting National Park (TPNP) based on their perspective. The results of this study are as follows: 1. The tourism market of TPNP has a feature of 'Eco-tourist' with a high awareness and concern towards environmental issues, including the threat of climate change phenomena. Visitors of TPNP have a high ethical manner for nature and local culture. Generally, the visitors also have a higher education and income, which is very potential to engage them into an environmental conservation. 2. The visitors of TPNP realize that climate change is a serious challenge and need a concrete action. Some adaptation program desired by the visitors are fund raising program for Orangutan conservation and its habitat. The visitors are likely willing to give a donation Rp.172,000. 00/visitor. Such concept of the donation is a mechanism of offset emissions generated due their visits by providing funds for conservation efforts. The visitors encourage managers of the destination for improvisation and technology investment in the boat (kelotok) machine which as the machine is efficient and less noisy. The visitors also encourage TPNP authority to limit the number of visitors in order to protect the tourism resource of TPNP and maintain the quality of visits. 3. The visitors were unwilling joined with other guests into any public boat of a larger capacity, in order to keep fuel efficiency and GHG mitigation. Merging the visitors traveling with another group instead reducing quality of their trip in TPNP. The visitors are also unwilling to engage in any plantation activities in destination during their visit.
Kata Kunci : Perubahan iklim, ekowisata, respon adaptasi, konservasi, donasi konservasi, mitigasi emisi.