Laporkan Masalah

PENGENDARA SEBAGAI FAKTOR RISIKO TERJADINYA KECELAKAAN LALU LINTAS SEPEDA MOTOR DI KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2010

SAHABUDIN, dr. Hendro Wartatmo, SpB,KBD.

2011 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/EL

Latar belakang: Kecelakaan lalu lintas (KLL) saat ini merupakan masalah kesehatan masyarakat. Setiap hari di dunia lebih dari 3.000 orang meninggal. Angka KLL 85% terjadi di negara berpengasilan rendah dan sedang dan 90% setiap tahun menimbulkan hari sehat yang hilang (DALYs). Tahun 2020 di dunia KLL diperkirakan akan menempati urutan ketiga setelah penyakit jantung iskemik dan depresi. Kendaraan di jalan raya di Kota Yogyakarta telah mengalami perubahan moda transportasi dari sepeda onthel dan saat ini telah didominasi oleh sepeda motor.Tiga faktor yang sering menimbulkan KLL sepeda motor, adalah manusia, kendaraan dan jalan, lebih dari 80% angka KLL disebabkan oleh faktor manusia. Selama lima tahun terakhir telah terjadi peningkatan jumlah kasus KLL sepeda motor di Kota Yogyakarta. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan KLL sepeda motor di Kota Yogyakarta Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control study. Jumlah sampel 266 orang terdiri dari 133 orang kasus dan 133 orang kontrol yang diambil secara purposive. Kasus diambil dari pengendara yang pernah mengalami KLL sepeda motor di Yogyakarta. Data kasus diambil dari Polwiltabes dan rumah sakit di wilayah Kota Yogyakarta, sedangkan kontrol diambil dari kerabat dan atau tetangga kasus. Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan telepon seluler pada saat berkendara OR=2,24 (p=0,044), kecepatan ≥50 km/jam OR=1,974 (p=0,025) dan kepemilikan SIM C OR=1,956 (p=0,009 dengan kejadian KLL sepeda motor. Kesimpulan: Penggunaan telepon seluler pada saat berkendara, kecepatan ≥50 km/jam dan kepemilikan SIM C merupakan faktor risiko terhadap kejadian KLL sepeda motor di Kota Yogyakarta.

Background: Traffic accident (TA) has become a public health problem nowadays. Everyday more than 3,000 people die due to TA worldwide. As much as 80% of TA happens in low income countries and 90% in medium income countries annually causing disability-adjusted life years (DALYs). In 2020 it is estimated that TA will be in the third rank after cardiac ischemia and depression worldwide. Vehicles on the road in Yogyakarta Municipality have changed the transport mode from bicycle to motorcycle. Three factors that often cause motorcycle TA are human, vehicle and road factors. More than 80% of TA rate is due to human factor. Within the past five years there has been an increase in motorcycle TA cases in Yogyakarta Municipality. Objective: The study aimed to identify exposure to risk factor associated with motorcycle TA in Yogyakarta Municipality. Method: The study was observational that used case control study design. Samples consisted of 266 people comprising 133 cases and 133 control purposively taken. Cases were riders that had motorcycle TA in Yogyakarta. Data of cases were taken from Poltabes and hospitals in Yogyakarta Municipality, whereas data of the control group were obtained from relatives and or neighbours of the case group. Result: The result of multivariate analysis showed that there was association between use of mobile phone during the drive OR=2.24 (p=0.044), speed ≥ 50 km/hour OR=1.974 (p=0.025) and ownership of driving license type C OR=1.956 (p=0.009) and the incidence of motorcycle TA. Conclusion: Use of mobile phone during driving, speed ≥ 50 km/hour and non ownership of driving license type C were risk factors for the incidence of motorcycle TA in Yogyakarta Municipality.

Kata Kunci : Pengendara, faktor risiko, KLL, speda motor.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.