Laporkan Masalah

ANALISIS SPASIAL FAKTOR-FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT TAHUN 2010

Frans Yosep Sitepu, dr. Tribaskoro Tunggul S., M.Sc., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah demam berdarah dengue (DBD). Kota Singkawang merupakan daerah endemis DBD, incidence rate (IR) mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, pada tahun 2010 IR sebesar 60,21/100.000 penduduk, case fatality rate sebesar 2,73%. Distribusi kasus tersebar di lima kecamatan. Belum diketahui sebaran lokasi tempat tinggal secara pasti. Tujuan : Untuk mengetahui wilayah sebaran serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD di Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat. Metode Penelitian : studi kasus kontrol. Lokasi penelitian di Kota Singkawang. Sampel penelitian adalah seluruh populasi penderita DBD yang tercatat di W2 DBD Dinas Kesehatan Kota Singkawang (data sekunder), tahun 2010 yang berjumlah 110 orang sehingga besar sampel sebanyak 220 orang (kasus:kontrol = 1:1), kontrol diambil dari keluarga atau tetangga kasus yang mempunyai umur dan jenis kelamin yang telah disesuaikan dengan kasus. Estimasi besarnya faktor risiko terkuat ditentukan dengan nilai odds ratio (OR). Titik koordinat tempat tinggal subjek dicatat menggunakan global positioning system (GPS, merk Garmin type vista cx). Analisis data individu menggunakan bivariat dan multivariat. Analisis spasial menggunakan SaTScan, GeoDa,seluruh tampilan peta menggunakan ArcGIS. Hasil : analisis multivariat menunjukkan bahwa penggunaan obat anti nyamuk (p value=0,008 OR=2,314 95%CI=1,248-4,292), kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) (p value=0,046 OR=1,924 95%CI=1,012-3,659) berhubungan dengan terjadinya DBD. Hasil uji regresi menggunakan GeoDa didapatkan kepadatan penduduk berhubungan dengan kejadian DBD (coefficient -0,4182 , standard error 0,1595, t – statistic 2,6219 dan nilai probability 0,0156). Ditemukan satu buah most likely cluster dengan pusat koordinat pada 275167 m E, 99124 m N, radius 872,03 m terdapat sebanyak 27 kasus dengan nilai p=0,011 (<0,05) dan OR 1,91 dan satu buah secondary cluster dengan pusat koordinat pada 278570 m E,100400 m N, radius 1015,47 m terdapat sebanyak 13 kasus dengan nilai p=0,015 (<0,05) dan OR sebesar 2,13. Kesimpulan : tidak menggunakan obat anti nyamuk, tidak melakukan kegiatan PSN, dan kepadatan penduduk merupakan faktor risiko penyebab kejadian DBD di Kota Singkawang

Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still a public health problem in West Kalimantan especially at Singkawang municipality. Singkawang is an endemic of DHF with an increasingly of incidence rate (IR) and case fatality rate (CFR) every year. In 2010, IR of DHF is 60,21/100.000 people, CFR=2,73%. The distribution of cases is in all five subdistricts. Objective : To identify and analysis risk factors related to DHF at Singkawang municipality with spatially analysis. Method: This was an observational study with case control design involving 220 respondents (total sampling). The total number of cases was 110 people. Controls were neighbors of cases who were healthy. Interview has been conducted to the respondents as well as geocoordinate capture of their house by using GPS. The study used individual and spatial analysis. Individual analysis used bivariate and multivariate analysis with chi-square and logistic regression. Odds ratio (OR) was used to determine risk factors. Spatial analysis used GeoDa, SaTScan and ArcGIS. Results : The multivariate analysis showed that not using mosquito repellent devices (p value=0,008 OR=2,314 95%CI=1,248-4,292) and not eradicating mosquito nests (p value=0,046 OR=1,924 95%CI=1,012-3,659) were the risk factors for infection. Spatial analysis showed that density (coefficient=-0,4182 , standard error=0,1595, t–statistic=2,6219, probability=0,0156) was the risk factor. Most likely cluster was found in 275167 m E, 99124 m N, radius 872,03 m with total number of cases was 27 people (p=0,011 (<0,05) OR=1,91), secondary cluster in 278570 m E,100400 m N, radius 1015,47 m with total number of cases 13 people (p=0,015 (<0,05) OR=2,13). Conclusions : Not using mosquito repellent devices, not eradicating mosquito nests and density were the risk factors related to DHF at Singkawang municipality.

Kata Kunci : Analisis spasial, faktor risiko, demam berdarah dengue.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.