Laporkan Masalah

HUBUNGAN DENSITAS PERAKARAN DENGAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI ( Glycine max L. Merril)

KARTIKA YURLISA, Prof. Dr. Ir. Tohari, M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Agronomi

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan densitas perakaran dengan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas kedelai (Glycine max L. Merrill). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni 2008 sampai Oktober 2009 di lahan sawah petani desa Sidoarum kecamatan Godean kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ketinggian tempat 113 m dpl dan jenis tanah Regosol dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktor tunggal berupa berbagai varietas tanaman kedelai dengan tiga ulangan. Adapun ketujuh belas varietas yang diuji adalah: Anjasmoro, Ijen, Sibayak, Seulawah, Sinabung, Tanggamus, Wilis, Baluran, Gallunggung, Argomulyo dan Malabar didapatkan dari Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang; Gepak Hijau dan Gepak Kuning didapatkan dari Produsen benih; Petek, Lokal Grobogan, Lokal Garut, dan Lokal Surya diperoleh dari Petani. Ditentukan tiga kelompok dalam karakteristik densitas perakaran pada penelitian ini berdasarkan hasil analisis cluster. Kelompok pertama yaitu varietas yang mempunyai densitas perakaran yang ekstensif, yaitu varietas Seulawah. Diikuti oleh varietas Gepak Kuning sebagai varietas tanaman kedelai yang densitas perakarannya menengah. Kelompok yang terakhir sebagai varietas tanaman kedelai yang densitas perakarannya rendah adalah varietas Anjasmoro, varietas Baluran, varietas Sibayak, varietas Petek, varietas Gallunggung, varietas Lokal Grobogan, varietas Malabar, varietas Willis, varietas Tanggamus, varietas Lokal Garut, varietas Ijen, varietas Lokal Surya, varietas Gepak Hijau, varietas Sinabung dan varietas Argomulyo. Belum dapat ditemukan hubungan antara parameter densitas perakaran dengan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada penelitian ini.

The objective of this research was to study the correlation among root density with growth and yield various variety of soybeans (Glycine max L. Merril). This research was done on June 2008 to October 2009 in Sidoarum village, Godean, Sleman, D. I. Yogyakarta with it height is 113 m on sea surface and type of soil is Regosol and Laboratory of Agriculture Faculty of Gadjah Mada University. This research used Randomized Completed Block Design with single factor treatment which consisted of three replications. The treatment was seventeen variety of soybeans; Anjasmoro, Ijen, Sibayak, Seulawah, Sinabung, Tanggamus, Willis, Baluran, Gallunggung, Argomulyo and Malabar obtained from Research Association of Leguminosae and Tubers Plants, Malang; Gepak Hijau and Gepak Kuning obtained from seed producer; Lokal Grobogan, Lokal Garut and Lokal Surya obtained from farmer. The soybeans variety studied was divided into three groups depend on their root characteristic based on the cluster analysis result. The first group was variety has high root density, which was Seulawah variety. Followed by Gepak Kuning variety as soybean plant variety that has intermediate root density. The last group as soybean plant variety that has low root density were Anjasmoro variety, Baluran variety, Sibayak variety, Petek variety, Gallunggung variety, Lokal Grobogan variety, Malabar variety, Willis variety, Tanggamus variety, Lokal Garut variety, Ijen variety, Lokal Surya variety, Gepak Hijau variety, Sinabung variety and Argomulyo variety. Relationships between root density with plant growth and yield have not found yet in this research.

Kata Kunci : varietas kedelai, densitas perakaran, pertumbuhan dan hasil tanaman.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.