PERBANDINGAN GRAMATIKABAHASA ARAB FUSHA DAN 'AMIYYAH MESIR
Eric Kunto Aribowo, Dr. Suhandano, M.A.
2011 | Tesis | S2 LinguistikSituasi linguistik di Mesir saat ini dicirikan dengan apa yang sering disebut dengan diglosia, yang berarti bahwa terdapat dua variasi bahasa Arab yang digunakan bergantian. Variasi atau ragam “Tinggiâ€, yang disebut dengan bahasa Arab fuḧḥÄ, dan variasi “Rendah†yang seringkali dirujukkan sebagai dialek lokal atau kolokial. Bahasa Arab fuá¸§á¸¥Ä tidak berbeda secara signifikan di tempat satu dengan tempat yang lain, sedangkan dialek memiliki gambaran yang berbeda: dialek-dialek memiliki perbedaan antara regional satu dengan regional yang lain dan terkadang tidak saling memahami. Bahasa Arab fuá¸§á¸¥Ä bukan merupakan bahasa ibu, hanya dipelajari di sekolah, dan hanya digunakan oleh orang-orang terpelajar untuk tujuan penulisan ataupun untuk public speaking. Dialek lokal merupakan bahasa ibu masyarakat Arab dan digunakan di segala aktivitas kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan antara bahasa Arab fuá¸§á¸¥Ä dengan kolokial Arab Mesir dalam bidang morfologi dan sintaksis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kepustakaan, yaitu buku-buku tata bahasa baku bahasa Arab dan naskah drama. Untuk mengkaji data yang sudah terkumpul digunakan teknik ganti, lesap, perluas, parafrasa, dan balik. Metode yang digunakan adalah metode agih yang bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data, sifat-sifat serta hubungan, fenomena-fenomena yang diteliti. Hasil penelitian ini menjukkan bahwa bahasa Arab fuá¸§á¸¥Ä menandai kasus dan ketakrifan pada nomina dengan sufiks. Perbedaan tersebut telah hilang pada kolokial Mesir. Bahasa Arab fuá¸§á¸¥Ä membedakan kategori jenis pada persona kedua dan ketiga plural dalam pronomina dan sufiks. Fitur ini lenyap dalam kolokial Mesir. Dalam bahasa Arab fuá¸§á¸¥Ä penanda negasi dibedakan menurut kala, tetapi dalam kolokial Mesir tidak dibedakan. Penanda klausa relatif dalam Arab fuá¸§á¸¥Ä mengalami perubahan deklinasi berdasarkan persona dan jumlah; kolokial Mesir hanya memiliki varian illi. Hilangnya modus subjungtif dan jusif juga terjadi pada kolokial Mesir. Kata tanya pada bahasa Arab fuá¹£á¸¥Ä diletakkan di awal kalimat, tetapi pada kolokial muncul di akhir kalimat tanya. Bahasa Arab fuá¸§á¸¥Ä kebanyakan berpola VSO, sedangkan pada kolokial berpola SVO.
The linguistics situation in Egypt today is characterized by what is often called diglossia, which means that there are two varieties of the Arabic language in use side by side. There is a „high‟ variety, called fuḧḥÄ, and there are „low‟ varieties, mostly reffered to as local dialects or colloquials. Whereas fuá¸§á¸¥Ä does not vary significantly from place to place, the dialects offer a different picture: they differ considerably from region to region and are sometimes mutually intelligible. Fuá¸§á¸¥Ä is nobody‟s mother tongue, has to be learned at school, and is used mainly by the educated for writing purposes and for public speaking. The local dialect, on the other hand, is the speaker‟s first language for the Arab, and is used for all purposes in daily life. The objectives of this study are to describe the differences between fuá¸§á¸¥Ä Arabic and colloquial Arabic of Egypt in morphology and syntax views. The data used in this study are obtained from the books on standard Arabic grammar and play‟s script. The data collected are analysed by using substitution, deletion, extension, paraphrase, and permutation techniques. This study employs the distribution method to sistematically describe the actual and accurate data, nature, and relationshios of the phenomenon studied. The results of the study shows that: fuá¸§á¸¥Ä Arabic mark case and definiteness on nouns withs suffixes. These distinctions have dissapeared in Egyptian colloquial. Fuá¸§á¸¥Ä Arabic distinguish gender in second-and third-person plural in its pronouns and verbal affixes. This feature vanish in Egyptian colloquial. Negative marking of verbs varied in fuá¸§á¸¥Ä according to tense, but did not in Egyptian. Fuá¸§á¸¥Ä relative marker decline for person and number; colloquial Egypt only have a varian, illi. Lost of subjunctive and jussive moods also appears in Egyptian Arabic. Fuá¸§á¸¥Ä question words (wh-question) put in the begining of sentences; but in colloquial shown on the end of interogative sentences. Fuá¸§á¸¥Ä Arabic was largely VSO, while the colloquial SVO.
Kata Kunci : bahasa Arab fuṣḥÄ, kolokial atau „Ämiyyah Mesir, dan diglosia.