GERAKAN MASYARAKAT PETANI MERESPON PROGRAM KEMITRAAN PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI SINGKOYO KABUPATEN BANGGAI
Nur Rosintah Triana Tahwali, Wayan Mas'udi, S.I.P., M.P.A.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik minat Politik Lokal & Otonomi DaerahTesis ini menganalisis tentang aksi – aksi perjuangan masyarakat petani Singkoyo melawan sebuah kekuasaan ekonomi yang didukung oleh kebijakan pemerintah. Penelitian ini penting dilakukan sebab pergerakan masyarakat petani adalah upaya memperjuangkan kepentingan dan keberadaan yang di diskriminasikan dalam sistem kemitraan pengelolaan perkebunan sawit di PT Kurnia Luwuk Sejati. Kedepannya diharapkan penelitian ini dapat menjadi kontribusi bagi gerakan – gerakan sosial dan keterlibatan (partisipasi) masyarakat sehingga terjadi perubahan pola – pola pembangunan yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat. Penelusuran proses pergerakan masyarakat petani Singkoyo dilakukan dengan mengunakan teori contentious politic yang mampu menjelaskan secara konverhensif proses dan bentuk – bentuk stategis pergerakan. Penelitian ini menelusuri bagaimana proses dan dinamika strategis pergerakan. Bagaimana organisator gerakan mampu memobilisasi massa, memanfaatkan peluang dan kesempatan yang ada (struktur kesempatan) dan memframing pemikiran secara umum, untuk terlibat dalam pergerakan yang bertujuan untuk merubah sebuah kondisi yang mendiskriminasikan masyarakat petani Singkoyo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat eksploratif dengan menelusuri secara mendalam proses pergerakan masyarakat memposisikan keberadaan dan kepentingan mereka dalam program pengembangan perkebunan kelapa sawit. Penelitian didahului dengan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan objek penelitian seperti pengumpulan data melalui observasi dan wawancara secara mendalam. Kemudian data-data yang dikumpulkan dianalisa dan dirangkai menjadi suatu hasil penelitian. Dengan mengunakan logika contentious politics, penelitian ini menyimpulkan bahwa pergerakan masyarakat petani Singkoyo melawan kekuasaan ekonomi diupayakan dengan berbagai bentuk perlawanan untuk memperkuat posisi tawar masyarakat dalam sistem kemitraan pola inti plasma. Organisator gerakan memobilisasi massa dengan memanfaatkan peluang otonomi daerah, isu demokratisasi, pemilihan Kepala Daerah dan membingkai kejadian – kejadian kontemporer sehingga menimbulkan kepercayaan publik. Pergerakan masyarakat petani dilakukan dengan perjuangan secara konvensional atau formal (demonstrasi, mediasi, arbitrasi, konsolidasi dan legalisasi) dan secara inkonvensional atau mengamuk (pendudukan, sabotase dan tindakan destruktif) . Proses perjuangan yang dilakukan mendorong respon dari aktor – aktor pemerintah dan swasta (perusahaan) dengan berbagai motif kepentingan. Secara teoriritik penelitian ini juga mengambarkan bekerjanya teori proses kunci contention politics dalam menjelaskan proses pergerakan masyarakat petani Singkoyo.
This thesis analyzes the actions of the Singkoyo farmers struggle against the private sector that is supported by government policy. This research is important because the movement of farmers is an effort to uphold the interests and presence in the system that discriminated farmer on oil palm plantation management partnership with PT Kurnia Luwuk Sejati. In the future this research can be expected to contribute to social movements and involvement (participation), community resulting in changing patterns of development that have favored the interests of society. To track the process of Singkoyo farmers movement, researcher using the contentious politics theory that is able to explain comprehensively about the process and forms of strategic movement. This study explore how the process and the strategic dynamics of the movement, how organizers of the movement capable of mobilizing the masses, taking advantage of existing opportunities and the chance (opportunity structure) and framing thought generally to be involved in a movement that aims to change a condition that discriminate Singkoyo farmers society. The research method is an explorative qualitative method to explore in depth the process of movement to positioning the existence and their interests in oil palm plantation development program. The study was preceded by collecting materials related to the object of study such as collecting data through observation and in depth interviews. Then the data collected were analyzed and assembled into a study. By using the logic of contentious politics, this study concludes that the peasant society movement against Singkoyo economic power pursued with various forms of resistance to strengthen the bargaining position of communities within the plasma-core partnership pattern. Organizer for the movement to mobilize the masses to take advantage of regional autonomy, the issue of democratization, and framing the Regional Head election contemporary events giving rise to public confidence. The movement of farmers conducted by the conventional or formal struggle (demonstration, mediation, arbitration, consolidation and legalization) and the unconventional or rampage (occupation, sabotage and destructive acts). The process of struggle by encouraging response from the actors - government and private actors (firms) with various motives of interest. In this research theoretically also a portrait of the workings of the politics contention theory’s key process in explaining the process of Singkoyo farming communities’movement.
Kata Kunci : Gerakan, Masyarakat Petani dan Kemitraan Perkebunan.