DIMENSI METAFISIK SÊRAT WIRID HIDAYAT JATI: RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
Reno Wikandaru, Prof. Dr. Joko Siswanto
2011 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatPenelitian yang berjudul Dimensi Metafisik Sêrat Wirid Hidayat Jati: Relevansinya Bagi Pembangunan Karakter Bangsa ini dilatarbelakangi oleh lemahnya identitas nasional dan komitmen masyarakat terhadap kepribadian bangsa di era globalisasi yang kemudian membuat nilai-nilai dari budaya luar bisa dengan mudah masuk dalam kehidupan masyarakat tanpa melalui proses filterisasi terlebih dahulu. Akibatnya, nilai-nilai budaya lokal ditinggalkan, dan bisa dengan mudah digantikan oleh nilai-nilai budaya Pop (popular). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menemukan ajaran filsafat yang terdapat dalam kearifan lokal dalam hal ini adalah Sêrat Wirid Hidayat Jati, khususnya menyangkut dimensi metafisik yang ada di dalamnya, sehingga dapat digunakan sebagai rujukan di dalam upaya pembangunan karakter bangsa di era globalisasi. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) yang menggunakan model penelitian historis faktual mengenai teks atau naskah. Objek material dalam penelitian ini adalah Sêrat Wirid Hidayat Jati, sedangkan objek formal yang digunakan sebagai alat analisis adalah metafisika. Unsur-unsur metodis pengkajian yang digunakan adalah deskripsi, historis, analitika bahasa, abstraksi, hermeneutika, dan heuristika. Hasil yang diperoleh di dalam penelitian ini adalah (1) pemikiran filsafat yang bisa ditemukan di dalam karya tersebut adalah mengenai manusia, Tuhan, alam, dan sedikit mengenai moralitas; (2) Dimensi-dimensi metafisik yang terdapat di dalam Sêrat Wirid Hidayat Jati ada lima. Pertama, dimensi kuantitas realitas yang berciri monistis, yakni bahwa Dzat Tuhan yang satu-lah yang menjadi prinsip pertama atau dasar dari keberadaan semua bagian realitas ini (pandangan ketuhanan panteisme). Kedua, dimensi kualitas realitas, yakni tentang kerohanian sifat Dzat Tuhan sebagai hakikat terdalam realitas, yang kemudian ber-tajalli atau bermanifestasi ke dalam tujuh Martabat. Ketiga, dimensi dinamika realitas, yakni mengenai Tuhan yang tak berawal dan tak berakhir, penciptaan sebagai kegiatan Tuhan, Martabat Tujuh sebagai perkembangan Tuhan, dan sangkan paraning dumadi sebagai hukum dinamika realitas. Keempat, dimensi tujuan realitas, yakni ajaran mengenai manunggaling kawula lan Gusti sebagai akhir ataupun pencapaian tertinggi dari realitas. Kelima, dimensi norma ontologistransendental yakni mengenai kodrat Tuhan. (3) Relevansi dimensi metafisik Sêrat Wirid Hidayat Jati dengan pembangunan karakter bangsa adalah pertama, dimensi kuantitas dan kualitas realitas dalam Sêrat Wirid Hidayat Jati relevan bagi persoalan krisis spiritualitas; kedua, dimensi kualitas realitas dan dinamika realitas dalam Sêrat Wirid Hidayat Jati relevan bagi persoalan pragmatisme gaya hidup; dan ketiga dimensi tujuan realitas dalam Sêrat Wirid Hidayat Jati relevan bagi pembangunan kesadaran tentang kehidupan.
The study entitled Metaphysical Dimensions of Sêrat Wirid Hidayat Jati: Its Relevance For Nation Character Development is motivated by the weakness of both national identity and commitment to the nation’s personality in the globalization era which then makes the values of foreign cultures can easily fit in people's lives without going through the filtration process first. As a result, local cultural values be abandoned, and can be easily replaced by the values of pop culture (popular). The main objective of this research is to find a philosophical thinking in the local wisdom, in this case is Sêrat Wirid Hidayat Jati, especially regarding the metaphysical dimension that is in it, so that can be used as a reference in the nation character building efforts in the era of globalization. This research is a library research that uses a model of factual-historical research about the text or manuscript. Material object in this research is Sêrat Wirid Hidayat Jati, while the formal object that is used as an analytical tool is metaphysics. The methodical elements used is description, historical, language analytics, abstraction, hermeneutics, and heuristics. Results obtained in this study were (1) philosophical thinking which can be found in these works is about man, God, nature, and a little about morality, (2) there are five metaphysical dimensions contained in Sêrat Wirid Hidayat Jati. First, the quantity of reality dimension is characterized by monistic, namely the Essence of God, which is became the first principle or foundation of the existence of all sections of this reality (the divine view of pantheism). Second, the quality of reality dimension, which is about the spiritual nature of the Essence of God as the ultimate nature of reality, which then had tajalli or manifested into the seven Dignity. Third, the dimension of reality dynamics, namely the God who has no beginning and no end, creation as the God's activities, Seven Dignity as the development of God, and Sangkan Paraning Dumadi as the dynamics law of reality. Fourth, the dimension of reality’s goal, namely the doctrine of Manunggaling Kawula lan Gusti as the final or ultimate goal of reality. Fifth, the dimension of ontological-transcendental norms that is about the nature of God (Kodrat). (3) The relevance of the metaphysical dimension of Sêrat Wirid Hidayat Jatiwith the nation character development is: first, the dimensions of quantity and quality reality in Sêrat Wirid Hidayat Jati relevant to the issue of spirituality crisis, secondly, the dimension quality of reality and dynamics of reality in Sêrat Wirid Hidayat Jatirelevant to the issue of pragmatism lifestyle, and thirdly, the dimension of reality’s goal in Sêrat Wirid Hidayat Jati relevant to the development of awareness about life.
Kata Kunci : monistis, spiritualisme, sangkan-paran, panteisme, kodrat