POLA SPASIAL DAN TINGKAT LAYANAN UPT-PAM KOTA METRO
FAJAR ERI SETIAWAN, Prof. ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahUPT-PAM Kota Metro sebagai penyedia layanan air bersih di Kota Metro saat ini mengalami berbagai kendala dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kendala tersebut yaitu (1) rendahnya animo masyarakat terhadap layanan air bersih; (2) rendahnya cakupan pelayanan; (3) berkurangnya zone/wilayah layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan pola spasial layanan, mengukur tingkat layanan/kinerja UPT PAM Kota Metro dan mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi kondisi tersebut. Untuk mengetahui tingkat layanan/kinerja, digunakan dua metode yaitu pertama secara normatif (mengacu pada Permendagri No. 47 Tahun 1999) dan kedua secara persepsional berdasarkan persepsi pelanggan. Sedangkan untuk menggambarkan pola spasial layanan menggunakan pendekatan deskriptif dengan penggalian secara luas tentang kondisi layanan air bersih di Kota Metro. Penelitian menemukan bahwa pola spasial layanan UPT-PAM Kota Metro menunjukan tren penyempitan wilayah layanan, dari semula 9 zona/wilayah kini menjadi tinggal 6 zona/wilayah layanan. Faktor yang menyebakan menyempitnya wilayah layanan UPT-PAM adalah: 1) Kerusakan jaringan pipa, 2) rendahnya minat konsumen, 3) kemudahan akses air minum non perpipaan. 4) Pengaruh spasial layanan sumur bor pedesaan; (5) tidak ada promosi dan (6) rendahnya komitmen pemerintah daerah. Tingkat layanan UPT-PAM berdasarkan Permendagri No. 47/1999 memperoleh nilai 13 (pada skala 10 s/d 32) dengan predikat sangat buruk. Faktor yang meyebabkan buruknya kinerja/tingkat layanan UPT-PAM adalah: (1) Cakupan pelayanan yang rendah; (2) Kualitas air yang belum layak minum; (3) Kontinuitas aliran air kurang dari 24 jam; (4) Pemanfaatan kapasitas yang rendah; (5) Tingkat kehilangan air tinggi; (6) Tidak ada peneraan meter; (7) Tingginya nilai rasio karyawan. Hasil penilaian tingkat layanan UPT-PAM berdasarkan persepsi pelanggan menunjukkan penilaian yang sebaliknya, nilai kinerja UPT-PAM secara komulatif mendapat penilaian baik dengan nilai 32,90 (dari skala 16- 41). Penelitian ini merekomendasikan agar UPT-PAM Kota Metro membuat perencanaan dengan konsep yang matang dalam jangka pendek dan jangka panjang melalui program perbaikan kinerja/tingkat layanan antara lain dengan mengoptimalkan cakupan layanan dengan menghidupkan kembali zona/ wilayah 07 dan 09 melalui upaya promotif untuk meningkatkan jumlah pelanggan.
As a provider of water services in Metro City, UPT-PAM Metro City is facing several constraints. Those are: (1) low public interest against clean water services, (2) low coverage of services, (3) reduction in zone / service area.. This study concern on this issue. It aims to describe the spatial pattern of services and measure the level of service / performance UPT PAM Kota Metro. It also exploring factors that affect the condition. To determine the level of service,this study used two methods: the first is normative (refers to Permendagri No. 47 of 1999) and both quantitatively based on customer perception. Meanwhile, to describe the spatial patterns of service, this study using descriptive explorative approach.. This research shows that the spatial service pattern of UPT -PAM shows the trend of decreasing City Metro service area, from the original nine zones / regions is now a stay six zones / service area. Factors that cause such decrease are: 1) The damage to the pipeline, 2) low consumer interest, 3) easy of access to non-piped drinking water. 4) The influence of spatial borehole rural services, (5) no promotion and (6) lack of commitment of local government. Based on Permendagri No. 47/1999 UPT_PAM servive level scored at 13 (on a scale of 10 to 32) with a predicate is very bad. Factors that cause the poor performance are: (1) low service coverage, (2) The quality of drinking water is not feasible, (3) Continuity of water flow is less than 24 hours, (4) low capacity utilization; (5) high water loss rate, (6) No calibration meter, (7) high value of the ratio of employees. This study concludes that there is a different of assesment result between UPT-PAM service levels based on customer perception, the value of the performance of UPT-PAM are cumulative get a good rating with a value of 32,90. (from a scale 16-41). This research recommends UPT-PAM Kota Metro to make both short and long term plan combined with the service performance/level improvement program such as service area optimizing scope by reactivation of zone/ area 07 and 09 with promotif efforts to increase the total customers of UPT-PAM Kota Metro.
Kata Kunci : spasial layanan, tingkat layanan/kinerja