DOMINASI LAKI-LAKI DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA (Studi di Desa Wisata Pentingsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman D.I.Y )
EDHI WARDOYO, Dr. Partini
2011 | Tesis | S2 SosiologiPengembangan potensi desa wisata di Desa Pentingsari Kabupaten Sleman dihadapkan pada faktor gender dan dominasi laki-laki. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penyebab rendahnya keterlibatan perempuan dalam kegiatan pengembangan desa wisata, budaya patriarkhi di masyarakat, dan bentuk dominasi laki-laki terhadap perempuan dalam kegiatan desa wisata yang ada di Pentingsari. Metode penelitian menggunakan jenis kualitatif (Qualitatif Research) dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi,wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari pengurus desa wisata Pentingsari, kepala dusun, pemilik objek wisata, pasangan bapak dan ibu dalam satu rumah tangga, ibu-ibu yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam pengelolaan desa wisata. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis kualitatif deskriptif melalui model Harvard analytical Framework (HAF) yang biasa digunakan untuk menganalisis masalah gender. Hasil penelitian memperlihatkan: pertama, kurangnya keterlibatan perempuan dalam pengelolaan desa wisata lebih disebabkan oleh kuatnya budaya patriarkhi di masyarakat yang melahirkan adanya dominasi laki-laki terhadap perempuan dalam rumah tangga ataupun di luar rumah tangga. Laki-laki tidak terikat pada kewajiban mengerjakan pekerjaan rumah. Sebaliknya, perempuan yang bekerja di luar rumah tetap terikat dengan pekerjaaan rumah tangga sehingga menimbulkan peran ganda bagi perempuan. Kedua, dominasi laki-laki dalam pengembangan desa wisata meliputi dominasi dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan. Dominasi dalam pengambilan keputusan tampak dalam rapat-rapat warga mengenai desa wisata. Dominasi dalam pelaksanaan kegiata tampak dari banyaknya jenis pekerjaan yang dilakukan oleh laki-laki yaitu menyewakan rumah untuk homestay, outbound, menyajikan gamelan dengan lagu jawa, menyajikan kesenian tradisionil lainnya (jatilan), pelestarian alam, tracking, kunjungan ke petilasan sejarah, belajar membajak, belajar pertanian jamur/mengolah sawah, belajar gamelan, promosi wisata, dan menyambut tamu. Perempuan hanya melakukan jenis pekerjaan yang sangat terbatas dan hanya mendominasi kegiatan memasak dan belajar membatik.
Potential development of tourism villages in Pentingsari Village Sleman Regency is confronted with gender factors and male domination. This reseach aims to find out the low of woman involvement in development activity of tourism village, patriarchy culture in community, and man domination over woman in activity of tourism village in Pentingsari. The research methods use qualitative research with descriptive approach. Data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of the board of Pentingsari village, head of village, the owner of tourism object, couple of father and mother in one household, mothers who directly or indirectly involved in management of tourism village. Data analysis is done by qualitative descriptive analysis technique through the Harvard Analytical Framework (HAF) model which is taken usually to analyze gender issues. The results show that first, the lack of woman involvement in management of tourism village is more due to the strong patriarchal culture in community that cause man domination over woman in or outside the household. Man are not bound to obligations of homework. Conversely, woman who work outside home remained tied with household work so that produce double roles for woman. Second, man domination in development of tourism village include domination in decision making and implementation of activities. Domination in decision making apparent at the resident meetings on tourism village. Domination in implementation of activities appears in the amount of work types performed by man namely renting a house for home stay, outbound, presents gamelan with Javanese songs, presents another traditional arts (jatilan), nature preservation, tracking, visiting to historical trace, learn to plow, learn to mushrooms farm/cultivate the fields, studying gamelan, tourism promotion, and welcome the guests. Woman just doing a very limited kind of work and only dominated the cooking activity and learning batik.
Kata Kunci : Patriarki, Dominasi , Desa Wisata