Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI ANTIHIPERTENSI DAN PENURUN TEKANAN INTRAKRANIAL TERHADAP HARAPAN HIDUP PASIEN STROKE PERDARAHAN INTRASEREBRAL SELAMA MENJALANI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. SARDJITO YOGYAKARTA

Luh Putu Febryana Larasanty, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt.

2011 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik

Stroke perdarahan intraserebral (PIS) merupakan jenis stroke dengan tingkat mortalitas yang paling tinggi, dimana hanya sekitar 38% pasien dapat bertahan hidup selama setahun pertama setelah serangan stroke. Terapi antihipertensi dan terapi untuk penurunan tekanan intrakranial masih merupakan terapi utama untuk mengurangi tingkat mortalitas pada PIS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi antihipertensi awal dan terapi penurun tekanan intrakranial terhadap harapan hidup pasien stroke perdarahan intraserebral selama menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Seratus enam puluh lima pasien dengan stroke PIS yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dibagi menjadi 2 kelompok untuk penelitian kasus kontrol. Delapan puluh satu pasien masuk dalam kelompok kasus dan 84 pasien masuk dalam kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan rekam medik pasien. Terdapat 8 (9,88%) pasien pada kelompok kasus dan 19 (22,63%) pasien pada kelompok kontrol yang tidak mendapatkan terapi antihipertensi awal. Jenis antihipertensi yang paling sering digunakan untuk pasien stroke perdarahan intraserebral selama rawat inap di rumah sakit adalah furosemide, nimodipine dan valsartan. Pasien yang tidak mendapatkan terapi untuk penurunan tekanan intrakranial adalah sebanyak 35 (43,21%) pasien pada kelompok kasus dan 36 (42,86%) pasien pada kelompok kontrol. Mannitol merupakan satu – satunya agen yang digunakan untuk terapi penanganan peningkatan tekanan intrakranial pada pasien stroke PIS selama rawat inap di rumah sakit. Odds ratio untuk penggunaan terapi antihipertensi awal adalah sebesar 2,67 (95% Confidence Interval 1,09 – 6,50; P 0,027) dan untuk penggunaan mannitol selama rawat inap adalah sebesar 0,986 (95% Confidence Interval 0,532 – 1,826; P 0,371). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian terapi antihipertensi awal pada pasien stroke PIS dapat meningkatkan harapan hidup pasien selama menjalani rawat inap di rumah sakit. Hubungan antara penggunaan mannitol selama rawat inap dan harapan hidup pasien belum dapat dipastikan secara jelas.

Intracerebral hemorrhage (ICH) stroke is a type of stroke with the highest mortality rate, with only about 38% of patients who survived for the first year after stroke. Antihypertensive treatment and therapy for increased intracranial pressure is still the main therapy for reduce the mortality rate in ICH. The objective for this research is to study the effect of early antihypertensive treatment and therapy for increased intracranial pressure on life expectancy of patient with ICH stroke during hospitalization in Dr. Sardjito Hospital. One hundred and sixty five patients with ICH stroke who meet the inclusion and exclusion criteria divided into 2 major groups for cases control study. There were 81 patients in cases groups and 84 patients in control groups. Data collection conducted retrospectively through patient medical record. There were 8 (9,88%) patients in cases group and 19 (22,63%) patients in control group which didn’t get early antihypertensive therapy. Furosemide, nimodipine and valsartan is the most commonly used antihypertensive for ICH patients during hospitalization. Patients which didn’t get therapy for increased intracranial pressure as much as 35 (43,21%) patient in cases group and 36 (42,86%) patient in control group. Mannitol is one and the only agent used to treat increased intracranial pressure for ICH patient during hospitalization. Odds ratio for early antihypertensive therapy is 2,67 (95% Confidence Interval 1,09 – 6,50; P 0,027) and for mannitol use the odds ratio is 0,986 (95% Confidence Interval 0,532 – 1,826; P 0,371). Early use of antihypertensive therapy may increase life expectancy of ICH stroke patient during hospitalization. The relationship between the use of increased intracranial pressure therapy mannitol in ICH stroke patient during hospitalization and life expectancy of patients has not been established clearly.

Kata Kunci : Stroke, perdarahan intraserebral, antihipertensi, terapi untuk penurunan tekanan intrakranial, harapan hidup.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.