LOKASI HALTE TRANS JOGJA DITINJAU DARI PERSPEKTIF AKSESIBILITAS PENGGUNA DALAM MENJANGKAUNYA
HASRUL, Prof. Ir. bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahYogyakarta menjadi salah satu kota besar di Indonesia yang kini tengah berupaya mengatasi permasalahan transportasi dengan menghadirkan moda transportasi Trans Jogja yang memberikan pelayanan lebih baik dibandingkan moda transportasi umum lainnya di jalan. Dalam perkembangannya, keberadaan Trans Jogja belum mampu berperan mengurangi permasalahan transportasi. Hal ini disebabkan tidak berjalan dengan baiknya fungsi halte sebagai salah satu komponen paling krusial dalam operasional Trans Jogja. Lokasi halte yang tidak sesuai dengan pusat bangkitan dan tarikan penumpang disinyalir menjadi alasan masyarakat tidak menggunakan Trans Jogja sebagai moda transportasinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aksesibilitas lokasi halte Trans Jogja dilihat berdasarkan perspektif penggunanya dalam menjangkau halte. Perspektif pengguna terhadap aksesibilitas dikaji melalui tiga faktor yakni jarak, waktu tempuh dan biaya yang dikeluarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan analisa kuantitatif dan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari halte dan pengguna Trans Jogja, dengan jumlah sampel halte sebanyak 12 halte yang diperoleh melalui metode purposive dengan mengkategorikannya menjadi empat kawasan berdasarkan jenis kegiatan sekitarnya antara lain kawasan pendidikan, kawasan perdagangan jasa dan perkantoran, kawasan rumah sakit, dan kawasan wisata. Sedangkan jumlah sampel pengguna Trans Jogja sebanyak 120 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengguna menyatakan lokasi halte Trans Jogja yang ada saat ini sudah baik bila ditinjau dari faktor jarak, waktu untuk menempuh dan biaya yang dikeluarkan dalam menjangkaunya. Dalam hal ini faktor jarak menjadi faktor yang secara konsisten berpengaruh terhadap tingkat aksesibilitas halte. Kurang optimalnya penggunaan moda transportasi Trans Jogja teridentifikasi dari tinjauan kualitatif penelitian yang menunjukkan bahwa jaminan ketepatan waktu bagi pengguna Trans Jogja belum dapat terlayani secara maksimal, akibatnya masyarakat lebih memilih untuk tetap menggunakan kendaraan pribadi dalam mendukung aktivitasnya. Kondisi ini pula yang akhirnya menyebabkan penggunaan Trans Jogja hanya diperuntukkan bagi kegiatan yang tujuannya tidak terikat dengan ketepatan waktu.
Yogyakarta is one of the big cities in Indonesia who attempting to overcomes its transportation problem by providing a mode of transportation called Trans Jogja. This new mode providers better services than others mode of transportation public. So far the existence of Trans Jogja has not be able to reduce transportation problem in this city. This condition is caused by the fact that the location of bus stops as a one of the most crucial component in operation of Trans Jogja is not appropriate. The location of bus stops are not in the centre of production and pull of passengers may be a reason why the society not using Trans Jogja optimally. This research aims to known the accessibility of Trans Jogja bus stops viewed by its passengers in this research, the passengers perspective are identified by three factors which include distance, travel time, and cost. This research used deductive approach, supported by both quantitative and qualitative techniques. The sample of this research consist of bus stop and users of Trans Jogja, with the number of sampel as many as 12, obtained by purposive method with catogorized them into four regions based on the types of surrounding activities include the education, trade, service and office area, hospital area, and tourism area. The sample number of Trans Jogja passengers were 120 people. The research shown that based on users perception of bus stop location accesibility, it’s known that in general the user states that the location of halt of Trans Jogja is currently better when viewed from distance, travel time and cost incurred within reach. In this case, distance factor become the most factor affected the accesibility of bus stop. People are not optimally used of Trans Jogja because the system did not provide maximum time realibility. A result people would prefer to use private transportation vehicles to support its activities, people tends to use Trans Jogja only when their trips are not timely constraints.
Kata Kunci : Trans Jogja, Halte, Aksesibilitas