Laporkan Masalah

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DALAM BENTUK BRIKET DAN UJI UNJUK KERJANYA

Nurlela,ST, Ir. Supranto, M.Sc., Ph.D.

2011 | Tesis | S2 Mag.Sistem Teknik

Ketergantungan terhadap bahan bakar minyak mengantarkan Indonesia pada krisis energi yang cukup serius. Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan atas energi fosil adalah dengan cara mengembangkan sumber energi alternatif terbarukan. Sebagai contoh mengembangkan energi dari limbah perkebunan. Limbah perkebunan yang dapat dikembangkan diantaranya adalah limbah kulit kopi. Nilai positif dari bioenergi adalah memiliki sifat yang ramah lingkungan dan ketersediaan bahan bakunya selalu ada. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium, adapun bahan baku berupa kulit kopi jenis robusta. Proses penelitian ini melalui empat tahap yaitu, persiapan bahan baku, pengarangan, pembuatan briket, dan uji unjuk kerjanya. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah suhu pirolisis 450°C. Variabel bebas, yaitu serbuk arang yang lolos saring 15 mesh, 25 mesh, 50 mesh, 80 mesh dan 120 mesh, dan variasi komposisi perekat 1:1, 1:3, 1:5, 1:8, 1:10. Variabel terikat, yaitu uji kadar air, kadar abu, kadar karbon, zat mudah menguap, nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit kopi dapat dijadikan bahan baku pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif pengganti energi fosil, dan didapat kondisi optimal untuk pembuatan briket dengan bahan baku limbah kulit kopi yaitu suhu pirolisis 450°C, ukuran partikel 120 mesh, dengan perbandingan perekat 1:8 didapat sifat/karakteristik briket sebagai berikut: kadar air 6,34%, kadar abu 7,6%, volatile matter 5,34%, karbon terikat 81,72%, dan nilai kalor 5626,183kalori/gr. Dan semua karateristik diatas memenuhi standar SNI (SNI.01-6235-2000).

Dependence on fuel oil brought Indonesia to the energy crisis seriously. One way to reduce dependence on fossil energy is to develop alternative renewable energy sources, for example, developing energy from farm waste. One of plantation waste that can be developed as a fuel is coffee peel. Positive value of bio-fuels is having an environmentally friendly nature and availability of raw materials are always available. This research was conducted in laboratory scale, and using robusta coffee peel as row materials. This research process through four phases, there are, raw materials preparation, pyrolysis, making briquettes, and performance test. Control variable in this research is pyrolisis temperature that 450°C. Independence variable, charcoal powder that passes 15 mesh, 25 mesh, 50 mesh, 80 mesh and 120 mesh filter, and variations in the composition of adhesive and charcoal powder 1:1, 1:3, 1:5, 1:8, 1:10. Dependent variable, there are moisture content test, ash content, carbon content, volatile matter, calorific value. The research concluded that coffee peel waste can be used as raw material for making fuel briquettes as an alternative to fossil energy, and obtained optimal conditions for the manufacture of briquettes with coffee peel waste as raw material is pyrolysis temperature of 450 ° C, particel size of 120 mesh, with a ratio of adhesive and charcoal powder 1:8. In that condition, characteristics of the briquettes obtained as follows: water content 6,34%, ash content 7,6%, volatile matter 5,34%, bound carbon content 81,72%, and calorific value of 5626,183kalori/gr. All the above characteristics meet the SNI standards SNI (SNI.01-6235-2000).

Kata Kunci : kulit kopi, briket kulit kopi, limbah kopi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.