Laporkan Masalah

OPTIMASI DAN PRODUKSI ORNAMEN DINDING BANGUNAN DARI SERBUK GERGAJI KAYU

MUHAMMAD ARIYASAKTI, Dr. Ir. Sarto, M.Sc.

2011 | Tesis | S2 Mag.Sistem Teknik

Serbuk gergaji kayu merupakan limbah yang dihasilkan dari industri penggergajian kayu yang berada di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan banyak daerah lain di Indonesia. Limbah ini dapat dimanfaatkan untuk bahan substitusi pembuatan bahan-bahan bangunan seperti bata cetak, paving block, batako, dan conblock. Dalam penelitian ini, penulis ingin memanfaatkan limbah serbuk gergaji kayu sebagai bahan substitusi pembuatan ornamen dinding bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk gergaji kayu terhadap kekuatan lentur dan laju keausan ornamen dinding bangunan serta mengetahui kriteria penggunaan serbuk gergaji kayu untuk pembuatan ornamen dinding bangunan. Cara penelitian ini adalah dengan memasukkan serbuk gergaji kayu ke dalam komposisi pembuat ornamen dinding bangunan yang berbahan dasar semen, pasir dan air. Ukuran ornamen dinding bangunan yang dibuat adalah 20 cm × 20 cm × 2 cm. Variasi kandungan komposisi serbuk gergaji yang digunakan adalah 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap komposisi semen. Variasi lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi tekanan pencetakan ornamen yaitu 50 kg/cm 2 , 75 kg/cm 2 dan 100 kg/cm 2 serta variasi kandungan air dalam komposisi (faktor air-semen) yaitu 40%, 50% dan 60%. Ornamen diujikan pada dua macam pengujian yaitu pengujian kekuatan lentur pengujian laju keausan sesuai yang tercantum dalam SNI No.03-0028-1987 tentang Ubin Semen. Hasil pengujian kekuatan lentur terbaik berada pada kondisi faktor airsemen 50% dan tekanan pencetakan 100 kg/cm 2 yaitu pada komposisi serbuk gergaji 0%; 25%; 50%; 75%; 100% berturut-turut adalah 7,19 MPa; 5,94 MPa; 3,44 MPa; 2,50 MPa; 2,19 MPa. Sedangkan untuk hasil pengujian laju keausan terbaik juga berada pada kondisi faktor air-semen 50% dan tekanan pencetakan 100 kg/cm 2 yaitu pada komposisi serbuk gergaji 0%; 25%; 50%; 75%; 100% berturut-turut adalah 0,013 mm/menit; 0,059 mm/menit; 0,105 mm/menit; 0,136 mm/menit; 0,202 mm/menit. SNI No.03-0028-1987 tentang Ubin Semen mensyaratkan kekuatan lentur Mutu I (> 3,5 MPa), Mutu II (3,0-3,5 MPa) dan Mutu III (2,5-3,0 MPa). Standar tersebut juga mensyaratkan laju keausan Mutu I (< 0,1 mm/menit), Mutu II (0,10-0,13 mm/menit) dan Mutu III (0,13-0,16 mm/menit).

Sawdust is the waste which is produced from the wood saw industry located in Bantul DIY and many other areas in Indonesia. The waste can be utilized for substitution in construction material such as bricks and paving blocks. In this research, the writer wants to utilize the sawdust as the substitution material in the production of wall ornament. The objectives of this research are to determine the influence of sawdust addition to the bending strength and abrasive resistance of the wall ornament and to determine the criteria of sawdust use to produce wall ornament. The method of the research is to add the sawdust into the composition of wall ornament with original ingredients consist of cement, sand and water. The size of the ornament is 20 cm × 20 cm × 2 cm. The sawdust composition variations are 0%, 25%, 50%, 75% and 100% of the cement composition. Other variations in this research are casting pressure (50 kg/cm 2 , 75 kg/cm 2 and 100 kg/cm 2 ) and water content (40%, 50% and 60%). The ornament is tested on two kinds of testing; they are bending strength testing and abrasive resistance testing which are stated in the Indonesian National Standard No.03-0028-1987 about Cemented Tile. The best result of bending strength testing is shown in 50% water content and 100 kg/cm 2 casting pressure for the composition of 0%; 25%; 50%; 75%; 100% sawdust respectively are 7,19 MPa; 5,94 MPa; 3,44 MPa; 2,50 MPa; 2,19 MPa. The best result of abrasive resistance testing is also shown in 50% water content and 100 kg/cm 2 casting pressure for the composition of 0%; 25%; 50%; 75%; 100% sawdust respectively are 0,013 mm/minute; 0,059 mm/ minute; 0,105 mm/ minute; 0,136 mm/ minute; 0,202 mm/ minute. The Indonesian National Standard No.03-0028-1987 about Cemented Tile requires > 3.5 MPa of bending strength for Quality I; 3.0-3.5 MPa of bending strength for Quality II; and 2.5-3.0 MPa of bending strength for Quality III. The standard also requires abrasive resistance < 0,1 mm/minute for Quality I; 0,10-0,13 mm/minute for Quality II and 0,13-0,16 mm/minute for Quality III.

Kata Kunci : ornamen, serbuk gergaji kayu, kekuatan lentur, laju keausan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.