ANALISIS AKAD IJARAH DI BMT BINA UMMAH GODEAN (PERPEKSTIF HUKUM KONTRAK DAN FIQIH
Chandra Wibowo, Yulkarnain Harahap, S.H., M.Si.
2011 | Tesis | S2 Magister HukumPenelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui akad ijarah di BMT Bina Ummah Godean apakah sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan KUH Perdata dan Fiqih (Mazhab Syafi’i) dan untuk mengetahui cara penyelesaian konflik pada akad ijarah di BMT Bina Ummah Godean. Penelitian ini bersifat yuridis empiris, artinya penelitian dilakukan di lapangan dikaitkan dengan kaidah-kaidah hukum yang dilengkapi dengan penelitian kepustakaan. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara wawancara dengan narasumber, yaitu HRD BMT Bina Ummah Godean sebagai pihak yang dianggap representative dalam memberikan informasi dan data yang dibutuhkan terkait dengan pokok permasalahan yang dibahas. Sampel dari penelitian ini adalah nasabah BMT Bina Ummah Godean. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akad ijarah tidak bisa disamakan secara keseluruhan dengan Sewa-Menyewa Pasal 1548 KUH Perdata karena obyek Ijarah lebih luas meliputi sewa-menyewa dan upah-mengupah. Sedangkan dari perspektif Fiqih (Mazhab Syafi’i), akad ijarah di BMT Bina Ummah Godean ini telah memenuhi rukun dan syarat sah akad ijarah. Dalam hal penyelesaian sengketa, para pihak dalam akad ijarah di BMT Bina Ummah Godean mementingkan upaya musyawarah untuk mufakat, akan tetapi bila tidak menemukan kata mufakat maka para pihak sepakat untuk menyelesaikan sengketa secara Arbitrase melalui BASYARNAS.
This research aims to determine the Ijarah contract in BMT Bina Ummah Godean whether the contract is in conformity with Book of the Civil Law Act and fiqih (mazhab Syafi’i), and to find out how to solve conflict in Ijarah contract in BMT Bina Ummah Godean. This was juridical empirical, which means that research conducted in the field related to the legal rules that are equipped with library research. Field research was conducted with interviews with sources, Human Resource Development BMT Bina Ummah Godean as a party which is considered representative in providing the necessary information and data related to the topics covered. Samples from this study is the customer BMT Bina Ummah Godean. Data were analyzed qualitatively using descriptive methods. The results showed that overall Ijarah contract can not be equated with Rent-Renting Article 1548 Civil Code because the object of extensive Ijarah includes rent and wage-rent. While from the perspective of Fiqh (Mazhab Syafi’i), Ijarah contract in BMT Bina Ummah Godean is in compliance with legal requirements in harmony and Ijarah contracts. In terms of settlement of disputes, the parties in ijarah contract at BMT Bina Ummah Godean refer to deliberation and consensus, but if they do not find the word consensus so the parties agree to solve disputes by arbitration through BASYARNAS.
Kata Kunci : Akad, Ijarah dan BMT