FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENGGUNAAN KONDOM SEBAGAI PENCEGAHAN PENULARAN HIV-AIDS (PADA REMAJA YANG SUDAH MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH) (Analisis Data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja IndonesiaTahun 2007)
I NYOMAN WIDIARTA, S.E., Prof. Dr. Muhadjir Darwin, M.P.A.
2011 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanRemaja Indonesia saat ini sedang mengalami peningkatan kerentanan terhadap berbagai ancaman risiko kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi termasuk peningkatan ancaman dari HIV-AIDS yang disebarkan oleh virus melalui hubungan seks tanpa pelindung. Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja khususnya remaja pranikah semakin meningkat. Upaya penanggulangan HIV-AIDS dilakukan untuk mengurangi tingkat penularan HIV-AIDS, menciptakan suasana atau lingkungan yang kondusif guna mengurangi sebanyak mungkin masalah yang menjadi penularan HIV-AIDS. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui hubungan serta pengaruh antara variabel sosio-demografi, informasi dan komunikasi terhadap perilaku pencegahan penularan HIV-AIDS dengan menggunakan kondom pada remaja yang sudah melakukan hubungan seksual pranikah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini mengacu pada populasi SKRRI tahun 2007 yaitu semua remaja Indonesia berusia 15–24 tahun, yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah dengan jumlah sampel 801 remaja. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistic chi square (X 2 ) dan regresi logistik biner (binary logistic regression), dengan Probabilitas dan kecenderungan dilihat dari nilai Odds Ratio (OR), CI 95% dan (p≤0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang bermakna antara variabel sosiodemografi (tingkat pendidikan, dan daerah tempat tinggal) serta variabel informasi (umur pertamakali melakukan hubungan seksual pranikah, dengan siapa pertamakali melakukan hubungan seksual pranikah serta akses informasi tentang HIV-AIDS melalui media massa) terhadap perilaku pencegahan penularan HIV-AIDS dengan penggunaan kondom pada remaja yang sudah melakukan hubungan seksual pranikah. Remaja yang tidak sekolah, tinggal di pedesaan, umur pertamakali melakukan hubungan seksualnya dibawah 20 tahun, yang melakukan hubungan seksual pertamakalinya dengan pacar serta yang tidak terpapar media massa, memiliki kecenderungan untuk tidak menggunakan kondom sebagai perilaku pencegahan penularan HIV-AIDS. Intervensi perubahan perilaku ditunjang dengan program komunikasi dan edukasi lainnya guna mendorong kehidupan yang lebih sehat, komunikasi massa dalam bentuk kampanye, penyebaran media cetak, promosi kondom sebagai double protection, pemasaran kondom untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan dan cara yang benar dalam pemakaian kondom merupakan cara yang efektif dalam pencegahan penularan HIV-AIDS.
Currently, Indonesia teenagers is undergoing an increase of susceptibility to various threat of health risks, particularly those dealing with sexual and reproductive health, including an increase of threatening from HIV-AIDS transmission by virus through unprotected sexual intercourse. Unhealthy sexual behavior among adolescents, especially premarital adolescent was more increasing. Overcoming efforts of HIV-AIDS were undertaken to reduce HIV- AIDS transmission rate, creating a conducive atmosphere or environment to reduce as many as possible the problems that became HIV-AIDS transmission. This research has purpose to find out the relationship and influence between socio-demographic, information and communication variables to HIV- AIDS prevention behavior by using condom to adolescents who had premarital sexual intercourse. The research method used is survey method by using the Cross Sectional Study Approach. Population in this study refers to SKRRI population in 2007 those were all Indonesia adolescents aged 15-24 years, who had premarital sexual intercourse with total sample 801 adolescents. Statistical analysis used in this study was the Chi Square (X 2 ) statistic and binary logistic regression, with Probability and trend seen from the Odds Ratio (OR), CI 95% and (p <0.05). The results show that there is significant influence between sociodemographic variables (education level, and residence area) and information variable (age of first premarital sexual intercourse, with whom the first premarital sexual intercourse as well as access to information about HIV-AIDS through the mass media) to the prevention behavioral of HIV-AIDS transmission by using condom in adolescents who had premarital sexual intercourse. The adolescent who do not attend the school, live in rural, the age doing sexual intercourse firstly under 20 years old, who had sexual intercourse firstly with boyfriend and not exposed to mass media, have tendency not to use condoms as prevention behavior of HIV-AIDS transmission. The behavior interventions of change supported by other communication and education programs to encourage healthier living, mass communication in the form of campaigns, dissemination of printing media, promotion of condoms as double protection, marketing of condoms to ensure the availability, affordability and the right way in the use of condoms is an effective way in preventing HIV- AIDS transmission..
Kata Kunci : Remaja, perilaku seksual pranikah, penggunaan kondom, HIV-AIDS.