SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN TEKNOLOGI PENANGANAN DAN KELAYAKAN INVESTASI PASCAPANEN KAKAO (Theobroma cacao L.) (Studi Kasus di Kabupaten Pidie Jaya Propinsi Aceh)
RAIDA AGUSTINA, S.TP, Dr. Ir. Lilik Setiarso, M.Eng.
2011 | Tesis | S2 Mekanisasi/Teknik PertanianBiji kakao yang dihasilkan perkebunan rakyat memiliki mutu yang rendah karena adanya kesenjangan dalam informasi mengenai teknologi penanganan pascapanen serta adanya keterbatasan pengetahuan dan keterampilan petani maupun penyuluh lapangan mengenai teknologi pascapanen itu sendiri. Informasi dibutuhkan untuk memberi dukungan bagi pengambil keputusan dalam memutuskan memilih salah satu alternatif penerapan teknologi penanganan pascapanen kakao yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi wilayahnya sehingga bisa meningkatkan kualitas biji kering kakao. Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah software sistem pendukung keputusan sebagai alat bantu pengambilan keputusan teknologi penanganan pascapanen kakao, memperoleh alternatif terbaik dalam teknologi penanganan pascapanen kakao berdasarkan analisis teknis dan analisis ekonomi, mengevaluasi tingkat kelayakan investasi untuk teknologi penanganan pascapanen kakao, serta mengetahui nilai sensitivitas dari setiap alternatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2010 sampai dengan bulan Desember 2010 di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Propinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah survey lapangan dan wawancara. Hasil pengambilan data di lapangan dianalisis untuk tujuan penyusunan database model sistem pendukung keputusan teknologi penanganan pascapanen kakao, dan diolah menggunakan bahasa program Java. Berdasarkan hasil analisis teknologi penanganan pascapanen kakao untuk petani dan investor menunjukkan alternatif mekanis merupakan alternatif terbaik karena menghasilkan keuntungan terbesar. Untuk petani alternatif mekanis memberikan keuntungan sebesar Rp 1.419.279.165 per tahun. Untuk investor alternatif mekanis memberikan keuntungan sebesar Rp 1.023.246.397 per tahun dan analisis kelayakan menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 923.577.155 dan nilai R/C ratio sebesar 3,00 juga didapatkan pada alternatif mekanis. Ini berarti dari aspek ekonomi alternatif mekanis merupakan alternatif yang paling layak dipilih untuk penerapan teknologi penanganan pascapanen kakao. Dari hasil analisis sensitivitas pada setiap alternatif, variabel yang paling berpengaruh terhadap keuntungan petani dan investor adalah upah tenaga kerja, harga buah kakao segar, dan harga biji kering.
Cocoa beans produced by smallholders have low quality because of gaps in information on post-harvest tecnology and the limited knowledge and skills of farmers and field extension agents on postharvest technology itself. Information needed to provide support for decision making in deciding to choose one alternative implementation of the handling technology cocoa most appropriate and in accordance with the conditions of its territory which can improve the quality of dried cocoa beans. The purpose of this study was developed an decision-support system software as a tool for decision making cocoa post-harvest handling, obtain the best alternative in post harvest handling technology of cocoa based on technical analysis and economic analysis, evaluate the feasibility of investment for post-harvest technology of cocoa, and know the value of the sensitivity of each alternative. This study was carried out from July to December 2010 in Bandar Baru sub district, Pidie Jaya district of Aceh province. Survey and interview were used to collecting data. Collected data used to create a database for a decision support system model of cocoa post-harvest handling technology, which was processed using the Java programming language. Based on the analysis post harvest technology of cocoa to farmers and investors indicated a mechanical alternative is the best alternative because it produces the greatest benefits. Mechanical alternative gives farmers a profit of Rp. 1,419,279,165 per year. Mechanical alternative gives investors a profit of 1,023,246,397 per year and feasibility analysis shows NPV Rp 923,577,155 and the value of R/C ratio of 3.00 is also available in mechanical alternative. It means that from the economics of mechanical alternative is most feasible alternative was chosen for the application of post harvest technology of cocoa. The results of sensitivity analysis on each alternative, the most influential variables on the profitability of farmers and investors is wage labor, the price of fresh cacao fruit, and the price of dry beans.
Kata Kunci : Sistem pendukung keputusan, informasi, kakao, teknologi pascapanen