PERSONAL HYGIENE, SANITASI DAN ANGKA KUMAN ALAT MAKAN PADA SENTRA PEDAGANG MAKANAN JAJANAN DI KAMP. SOLOR KOTA KUPANG
Enni Rosida Sinaga, Dra. Susi Irayati, Apt, Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Makanan dan minuman merupakan kebutuhan pokok yang diperlukan manusia untuk hidup, tumbuh dan berkembang. Agar makanan dapat memberi fungsi yang baik terhadap tubuh maka makanan harus memenuhi syarat kesehatan dari segi gizi, kemurnian dan kebersihan. Untuk itu perlu pengelolaan makanan yang baik, dengan memperhatikan sanitasi lingkungan, higiene perorangan penjamah makanan dan kebersihan peralatan makan. Di Indonesia berdasarkan asumsi, bahwa 80% kejadian keracunan makanan disebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan. KLB diare juga sering terjadi di Kupang seperti pada bulan Desember 2008 sampai 3 Januari 2009 mencapai 284 penderita dengan 3 kematian. Penyakit diare dapat ditularkan melalui makanan, minuman, alat makan, penjamah makanan. Tujuan Penelitian: Mengkaji hubungan sanitasi lingkungan dan higiene perorangan terhadap angka kuman alat makan pada makanan jajanan pada sentra pedagang makanan di Kamp. Solor Kota Kupang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pedagang makanan jajanan sebanyak 31 pedagang di sentra pedagang makanan jajanan. Subyek penelitian adalah pedagang makanan jajanan sebanyak 25 pedagang yang menggunakan alat makan piring dan gelas dalam penyajian makanan. Variabel bebas dalam penelitian adalah sanitasi lingkungan dan higiene perorangan, variabel terikat adalah angka kuman alat makan. Cara pengumpulan data melalui pengamatan dengan menggunakan chek list dan pemeriksaan mikrobilogi di laboratorium pada alat makan gelas dan piring. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi Square dengan analisis univariat, bivariat (OR, CC) pada 􀟙 = 0.05. Hasil: Pada analisis bivariat yang mempunyai hubungan signifikan adalah penyediaan air bersih p-value 0,002 dan pencucian alat makan p-value 0,041 dengan nilai OR 34,667 untuk penyediaan air bersih dan OR 7,700 untuk pencucian alat makan. Keeratan hubungan penyediaan air bersih dan pencucian alat makan terdapa angka kuman adalah nilai C 0,001 untuk penyediaan air bersih dan nilai C 0,025 untuk pencucian alat makan. Kesimpulan: Penyediaan air bersih dan pencucian alat makan yang memenuhi syarat mempunyai hubungan yang signifikan dengan angka kuman alat makan. Pembuangan sampah, pembuangan air limbah, personal hygiene pempunyai hubungan tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan angka kuman alat makan.
Introduction: Food and drink are human being’s daily need for living, growing and developing. To contribute well in human’s body, food and drink should meet nutrition, health, nature, and hygiene indicators. Therefore, food and drink treating management are needed by considering environmental sanitation, personal, and eating utensils hygiene. Based on assumption, in Indonesia 80% of food and drink related sicknesses were spread from the food. Diarrhea out break is frequently happened to people in Kupang as it was recorded from December 2008 to January 3th 2009; there were 284 victims with 3 deaths. Diarrhea can spread from food, drink, utensil, and waiters. Objective: To analyze the correlation of environmental and personal hygiene toward the amount of eating utensils bacteria in foods at the food sellers center in Kampung Solor, Kupang. Method: This research used observational analysis by using cross sectional technique. The population of this research was all 31 food sellers at food court sellers center. Subject of this research was 25 food sellers who used plates and glasses when serving food and drink. The independent variable in this research was environmental and personal hygiene, while the dependent variable was the amount of eating utensils bacteria. The data were collected by using check list from observation and microbiology check conducted to plates and glasses in laboratory. The data were processed and analyzed by using Chi Square statistical test with univariate, bivariate (OR, CC) analysis at α = 0.05 Analysis and Result: Bivariate analysis showed that there were significant correlation in water supply p-value 0.002 at OR 34.667 point and washing eating utensils 0.041 at OR 7.700 point. The significance relationship of water supply and washing eating equipments toward the amount of eating equipments bacteria were presented at C 0.001 for water supply and C 0.025 for washing eating utensils. Conclusion: Water supply and washing eating utensils properly showed significant relationship toward the amount of eating utensils bacteria. Waste solid, waste disposal, and personal hygiene showed no significant correlation toward the amount of eating utensils bacteria.
Kata Kunci : Personal higyene, sanitasi, angka kuman