Laporkan Masalah

KONDISI LINGKUNGAN RUMAH DAN PERILAKU INDIVIDU SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DI KECAMATAN MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU

Deri Kermelita, Prof. Dr. Soeyoko, DTM&H

2011 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Malaria adalah salah satu penyakit yang penularannya melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Faktor kesehatan lingkungan fisik, kimia, biologis, dan sosial budaya sangat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit malaria di Indonesia. Annual malaria incidence (AMI) kota Bengkulu tahun 2006 sebesar 30,56 per 1000 penduduk, tahun 2007 sebesar 35,89 per 1000 penduduk dan tahun 2008 sebesar 72,30 per 1000 penduduk. Angka ini lebih tinggi dari angka kesakitan propinsi dan nasional yaitu 16 per 1000 penduduk. Kecamatan Muara Bangkahulu merupakan salah satu kecamatan endemis malaria. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu jumlah penderita malaria di Kecamatan Muara Bangkahulu sejak tahun 2006 sampai dengan tahun 2009 ada kecenderungan peningkatan jumlah kasus. Tujuan Penelitian: Untuk Mengetahui pengaruh faktor risiko lingkungan fisik rumah (ventilasi, langit-langit atau plafon, dan kerapatan dinding), lingkungan sekitar rumah (adanya vegetasi, genangan air, dan lagun) dan perilaku individu (kebiasaan keluar rumah malam hari, penggunaan kelambu, dan penggunaan obat anti nyamuk) terhadap kejadian malaria di Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan penelitian case control study retrospektif. Besar sampel berjumlah 68 orang kasus dan 68 orang kontrol. Dengan variabel independen; lingkungan fisik rumah (ventilasi, langit-langit atau plafon, dan kerapatan dinding), lingkungan sekitar rumah (adanya vegetasi, genangan air, dan lagun) dan perilaku individu (kebiasaan keluar rumah malam hari, penggunaan kelambu, dan penggunaan obat anti nyamuk) dan variabel dependen angka kejadian malaria. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 1) lingkungan fisik rumah (ventilasi dengan OR= 4,604 dan nilai p=0,000; langit-langit dengan OR=3,315 dan nilai p=0,002) berpengaruh sebagai faktor risiko terhadap kejadian malaria, 2) lingkungan sekitar rumah (vegetasi dengan OR=4,886 dan nilai p=0,000; genangan air dengan OR=4,379 dan nilai p=0,000; lagun dengan OR=3,581 dan nilai p=0,001) berpengaruh sebagai faktor risiko terhadap kejadian malaria, 3) perilaku individu (penggunaan obat anti nyamuk dengan OR=3,545 dan nilai p=0,002) berpengaruh sebagai faktor risiko terhadap kejadian malaria. Kesimpulan: (1) Lingkungan fisik rumah (ventilasi dan langit-langit atau plafon) berpengaruh sebagai faktor risiko terhadap kejadian malaria; (2) Lingkungan sekitar rumah (vegetasi, genangan air, dan lagun) terbukti berpengaruh sebagai faktor risiko terhadap kejadian malaria; (3) perilaku individu (penggunaan obat anti nyamuk) terbukti berpengaruh sebagai faktor risiko terhadap kejadian malaria.

Background: Malaria is a disease that transmits through female Anopheles mosquitos. Physical environment, chemical, biological, and sociocultural health factors determine the transmission of malaria in Indonesia. Annual malaria incidence (AMI) in Bengkulu Municipal Town was 30,56 per 1000 populations in 2006; 35,89 per 1000 populations in 2007; and 72,30 per 1000 populations in 2008. The Incidence rate is higher than that of provincial and national level, i.e. 16 per 1000 populations. Subdistrict Muara Bangkahulu is one of the malaria endemic subdistricts. The statistics of Bengkulu Municipal Town showed that the cases of malaria in the Subdistrict Muara Bangkahulu since 2006 to 2009 tended to increase. Objective: To determine risk factors of house physical environment (ventilation, home ceiling, plafond, and wall solidity), the surroundings of the house (vegetation, water pool, and lagoon), and individual behavior (the habits of doing outdoor activities at night, the use of bed net, and the use of household insecticide) on the incidence of malaria in the Subdistrict Muara Bangkahulu, Bengkulu Municipal Town. Method: An observational analytic study was conducted using case control, retrospective study design. The samples were 68 control subjects. Independent variables were house physical condition (ventilation, home ceiling, and wall solidity), environmental condition of surrounding human habitation (vegetation, ground pools, and lagoon), and individual behavior (the habits of leaving home at night, the use of net, and the use of household household insecticide), while dependent variable was the incidence of malaria. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. Result: The study found that 1) house physical condition (ventilation, OR= 4,604 and p=0.000; home ceiling, OR=3,315 and p=0,002) was influential as a risk factor for malaria, 2) environmental condition of surrounding human habitation (vegetation OR=4,886 and p=0,000; ground pool, OR=4,379 and p=0,000; lagoon OR=3,581 and p=0,001) was influential as a risk factor for malaria, and 3) individual behavior (the use of household household insecticide, OR=3,545 and p=0,002) was influential as a risk factor for malaria. Conclusion: (1) Home physical condition (ventilation, home ceiling) is a risk factor for malaria; (2) environmental condition of surrounding human habitation (vegetation, ground pools, and lagoon) was proved influential as a risk factor for malaria, and (3) individual behavior (the use of household household insecticide) was proved influential as a risk factor for malaria.

Kata Kunci : Lingkungan Fisik Rumah, Lingkungan Sekitar Rumah, Perilaku Individu, Kejadian Malaria


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.