Laporkan Masalah

PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN ANTAR KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI PAPUA BARAT (PASCA PEMEKARAN TAHUN 2004-2009)

Timotius Kambu, Dr. Wahyu Widayat, M.Ec.

2011 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian mengenai pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan distribusi pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat periode 2004-2009 bertujuan untuk mengukur dan menganalisa kecenderungan pola ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat, mengetahui pola dan struktur perekonomian antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat serta mengevaluasi sektor unggulan daerah di kabupaten/kota Provinsi Papua Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari tahun 2004 hingga 2009. Data-data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat dan Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi Papua Barat. Alat analisis yang digunakan adalah analisis tipologi Klassen, Indeks Ketimpangan Williamson dan symmetric location quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kabupaten-kota di Provinsi Papua Barat dapat diklasifikasikan dalam empat kelompok. Daerah yang termasuk dalam klasifikasi daerah yang cepat maju dan cepat tumbuh adalah Kabupaten Kabupaten Teluk Bintuni dan Raja Ampat, daerah berkembang cepat adalah Kabupaten Kaimana, Teluk Wondoma, Manokwari dan Kota Sorong, daerah maju tapi tertekan adalah Kabupaten Sorong, dan daerah relatif tertinggal adalah Kabupaten Fak-Fak dan Sorong Selatan. Analisis Indeks Williamson menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat selama periode penelitian 2004- 2009 cenderung menurun dengan ketimpangan rata-rata 0,46. Analisis symmetric location quotient menujukkan bahwa sektor unggulan di Provinsi Papua Barat adalah sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Sektor pertanian merupakan sektor unggulan Kabupaten Raja Ampat, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, dan Teluk Wandama. Sektor jasa-jasa yaitu sub sektor pemerintahan umum merupakan sektor unggulan di Kabupaten Fak-Fak, Kaimana, dan Manokwari, sedangkan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan merupakan sektor unggulan di Kabupaten Sorong dan Kota Sorong.

This Research concerns economic growth and income distribution imbalance between districts/cities in West Papua Province from 2004 to 2009 or aim at measuring and analyzing tendency of income imbalance patterns between districts/cities in West Papua Province, detect economic structure and pattern between districts/cities of West Papua Province, and evaluate the leading sectors in the district area of West Papua Province.Data used in this research way secondary data from 2004 to 2009. The data were collected from Statistic Board Center of West Papua Province and Local Development Planning Board of West Papua Province. Analytic tools used were Klassen Tipology, Williamson Imbalance Index and symmetric location quotient. Results of the research indicated that districts/cities in West Papua Province could be classified into four groups. Group with high growth and high income were districts of North Teluk Bintuni and Raja Ampat; group with high growth but low income classification were districts of North Kaimana, Teluk Wondoma, Manokwari and city Sorong; group with high income but low growth classification were North Sorong; and group with relatively lagging classification were North Fak-Fak and Sorong Selatan. Williamson Index Analysis shows that income disparities between regions of West Papua province in from 2004 to 2009 study inequality tends to reduce the average 0.46. Symmetric location analysis indicates that the leading sector of West Papua province is the financial sector, leasing and corporate services. The agricultural sector is the dominant sector of North Raja Ampat, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, and Teluk Wandama. The service sector is the general government sub-sector is the dominant sector of North Fak-Fak, Kaimana, and Manokwari, while the financial sector, leasing, and business services sector is the dominant sector of North Sorong and the City Sorong.

Kata Kunci : struktur ekonomi, ketimpangan, pertumbuhan ekonomi dan sektor unggulan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.