Laporkan Masalah

DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI DAERAH IRIGASI KEDUNGGUPIT KABUPATEN KUDUS

HARRY WIBOWO, Ir. Suryanto, MSP.

2011 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Berlangsungnya fenomena alih fungsi lahan pertanian, terutama lahan beririgasi teknis menunjukkan bahwa dinamika perubahan penggunaan lahan menjadi semakin intensif dengan semakin berkembangnya perekonomian wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan pertanian di Daerah Irigasi Kedunggupit Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan metode deduktif eksploratif menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan laju alih fungsi lahan pertanian di Daerah Irigasi Kedunggupit Kabupaten Kudus mengalami peningkatan, pada periode tahun 1990-2005 rata-rata -3,07 persen per tahun, dan untuk periode 2005-2009 rata-rata menjadi -10,67 persen per tahun. Kegiatan alih fungsi lahan pertanian tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: (1) kebutuhan tempat tinggal, (2) pertumbuhan ekonomi, (3) nilai ekonomi tanah, (4) lokasi yang strategis, (5) kondisi sarana prasarana irigasi, dan (6) kebijakan pemerintah. Dalam kaitannya dengan keberlanjutan ketahanan pangan, kegiatan alih fungsi lahan pertanian di Daerah Irigasi Kedunggupit menimbulkan dampak bagi petani yaitu: (1) dampak positif yaitu: peningkatan aksesibilitas hasil pertanian, (2) dampak negatif yaitu: penurunan produksi padi sebesar -9,34%/tahun, lapangan pekerjaan bidang pertanian berkurang, terjadi bencana banjir, kesenjangan pemanfaatan ruang dan public policy yang lebih cenderung memihak sektor non pertanian.

The phenomena of farm land conversion, especially technical irrigation land, indicated that land use change is becoming more intensive because of the local economy development. This research aims to find impacts of farming land conversion in Kedunggupit Irrigation Area, Kudus Regency. The method used in this research as deductive-explorative method using descriptive-qualitative analysis. The results of the research shows that farming land conversion rate in Kedunggupit Irrigation Area, Kudus Regency has increased from 1990 to 2005 with averagely -3.07%/year; and from 2005 to 2009 averagely -10.67%/year. Such conversions were caused by the following factors: residence needs, economic growth, land-economic value, strategic location, condition of irrigation instruments and infrastructures, and government policy. In relation to food security issue, the conversion brings impacts to farmers in the farm of: (1) positive effects, such as: increasing in farming product accessibility; (2) negative effects, such as: decreasing in -9.34%/ year of paddy products, decreasing in farming employments, flood disasters, gap of use of space and public policy widely tending to favor sectors of non farming.

Kata Kunci : alih fungsi lahan pertanian, ketahanan pangan, dampak


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.