Laporkan Masalah

PERAN REZIM INTERNASIONAL DALAM MENGURANGI PENCEMARAN INDUSTRIALISASI DI CINA Studi kasus : WTO dan Protokol Kyoto

BELINDA DONI, Dra, Ilien Halina, M.Si.

2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Cina mengalami pencemaran lingkungan hidup akibat peningkatan aktifitas industrialisasi selama 35 tahun, yang dimulai sejak era Deng Xiaoping dengan Gaige Kaifang di tahun 1978. WTO dan Protokol Kyoto merupakan rezim internasional yang dianggotai Cina dan memiliki peran dalam upaya mengurangi pencemaran industrialisasi terhadap lingkungan hidup Cina. Walaupun upaya yang dilakukan oleh kedua rezim internasional tersebut masih kurang berhasil akibat keterbatasan peran yang bisa dilakukan keduanya dalam menekan pemerintah Cina untuk benar-benar memperhatikan kelestarian lingkungan hidupnya. Meskipun tingkat keberhasilan dari peran tidak langsung yang telah diupayakan oleh WTO maupun Protokol Kyoto tersebut belum terbukti keberhasilannya namun upaya keduanya untuk ikut serta mengurangi pencemaran lingkungan hidup akibat industrialisasi yang terjadi di Cina saat ini masih terus dijalankan

China experienced environmental pollution due to increased activities during the 35 years of industrialization, which began since the era of Deng Xiaoping with Gaige Kaifang in 1978. The WTO and the Kyoto Protocol were international regimes joined by China and had a role in efforts to reduce industrial pollution on the China’s environment. The less successful efforts made by both international regimes were due to the limited role that could be done by both regimes in suppressing the Chinese government to seriously pay attention to environmental sustainability. Although the success rate of the indirect role attempted by the WTO and the Kyoto Protocol had not yet been proven successful, the efforts done by both regimes to participate and to reduce environmental pollution due to industrialization in China still continued to run.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.