Laporkan Masalah

SIKAP DAN PERILAKU HUBUNGANSEKSUAL PRANIKAH REMAJA DI INDONESIA (ANALISIS DATA SKRRRI 2007)

SUPRIYADI, S.PD., Dr. Partini, S.U.

2011 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor persepsi, faktor informasi dan faktor lingkungan sosial terhadap sikap dan perilaku hubungan seksual pranikah. Faktor persepsi meliputi persepsi keperawanan, perspesi perkawinan dan kehamilan, sementara faktor informasi meliputi diskuis kesehatan reproduksi dengan keluarga, diskusi kesehatan reproduksi dengan teman, pengetahuan masa subur, pengetahuan HIV/AIDS dan keterpaparan media massa tentang kesehatan reproduksi. Sementara faktor lingkungan sosial adalah lingkungan sosial teman sebaya, akses terhadap wadah kesehatan reproduksi, sosialisasi kesehatan reproduksi di masyarakat dan topik kesehatan reproduksi di sekolah. Studi ini menggunakan data survey kesehatan reprodusksi remaja Indonesia 2007. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis secara statistik faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku hubungan seksual pranikah remaja di Indonesia. Data yang diolah adalah seluruh responden yang ada dalam survey kesehatan reproduksi remaja yang berjumlah 19.311 remaja Indonesia. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square (χ²) dan regresi logistik. Kecenderungan (peluang) dan arah hubungan dilihat dari nilai odds ratio (OR) dengan interval kepercayaan (CI) 95 persen (p-value<0,05) serta pathway analisis. Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa beberapa variabel menunjukan secara konsisten berpengaruh pada sikap dan perilaku hubungan seksual remaja di Indonesia. Variabel-variabel tersebut adalah persepsi keperawanan, persepsi perkawinan dan kehamilan, diskusi dengan keluarga, diskusi dengan teman sebaya, lingkungan teman sebaya dan topik kesehatan reproduksi di sekolah. Keenam variabel tersebut mempunyai hubungan langsung dan tak langsung terhadap perilaku hubungan seksual pranikah dengan variabel antara sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Variabel sosialisasi kesehatan reproduksi di masyarakat mempunyai pengaruh yang signifikan hanya pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah sementara pengetahuan masa subur, keterpaparan media massa hanya mempunyai pengaruh yang signifikan pada perilaku hubungan seksual pranikah saja. Penelitian ini juga menemukan bahwa kemajuan teknologi dan informasi yang ditandai dengan banyaknya remaja yang mengakses media massa terutama televisi yang memuat pesan kesehatan reproduksi, ternyata kurang memberi andil yang bermakna pada sikap dan perilaku hubungan seksual pranikah. Demikian pula dengan meningkatnya pengaruh dari teman sebaya justru memberi dampak negatif terhadap sikap dan perilaku hubungan seksual pranikah remaja. Adapun nilai keperawanan yang tercermin dari tidak melakukan hubungan seksual pranikah, diskusi dengan keluarga dan topik kesehatan reproduksi mampu memberikan efek positif terhadap sikap dan perilaku hubungan seks pranikah remaja.

This research aimed to identify the relationship of perception, information and social environmental factors on the premarital sexual relation attitude and behavior. Perception factors included the perceptions on virginity, marriage, and pregnancy, while information factors consist of discussion concerning reproductive health with family, discussion on reproductive health with peers, knowledge on fertile period, knowledge on HIV/AIDS and mass media exposure on reproductive health. While the social environment factor involve peer social environment, access to reproductive health association, socialization on reproductive health in the community, and reproductive health topics in school. This study exploited the data of the 2007 Indonesian Reproductive Health among Adolescents. The purpose of this research was to statistically analyze factors influencing attitudes and behavior of premarital sexual relations among Indonesian adolescents. The processed data involved all respondents in the survey of adolescent reproductive health, totaling 19,311 Indonesian adolescents. The chi-square (χ ²) and logistic regression statistical tests were used in this research. The trends (opportunities) and relationship path were viewed from the odds ratio (OR) with confidence intervals (CI) of 95 percent (p-value <0.05) and pathway analysis. The multivariable analysis results showed that several variables showed consistent influences on sexual attitude and behavior among Indonesian adolescents. These variables involved the perceptions on virginity, marriage, and pregnancy, discussion with family, discussion with peers, peer environment, and reproductive health topics in school. The six variables showed direct and indirect relations on the premarital sexual relation behavior with variable attitude on premarital sexual behavior. The variable reproductive health socialization in the community merely provided significant effects to attitude on premarital sexual relations, while knowledge on fertility, media exposure merely had significant influences on premarital sexual relation behavior. The study also found that advances in technology and information that is marked by the number of adolescents who access the mass media, especially television that includes reproductive health messages, it contributes significantly less on the premarital sexual relation attitude and behavior. Similarly, the increasing influence of peers would have a negative impact on the premarital sexual relation attitude and behavior among adolescents. The value of virginity which is reflected by avoid premarital sexual intercourse, discussions with family and reproductive health topics can give a positive effect on the premarital sexual relation attitude and behavior among adolescents.

Kata Kunci : Remaja, kesehatan reproduksi, sikap terhadap perilaku seks pranikah, perilaku hubungan seksual pranikah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.