MODEL PENATAAN REKLAME PEREMPATAN JALAN KOTA YOGYAKARTA
MASHURI, ST, Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng., Ph.D.
2011 | Tesis | S2 Desain Kawasan BinaanPeningkatan kegiatan ekonomi di perkotaan mendukung tumbuhnya secara pesat media-media promosi pengenalan produk kepada masyarakat dimana salah satunya adalah melalui reklame (signage). Perempatan jalan merupakan titik strategis didalam kota, dimana terdapat titik pertemuan dari beberapa jalan yang saling bersilangan, bisa diakses dari berbagai arah dan banyak dilalui oleh masyarakat umum. Selain itu dengan adanya traffict light diperempatan jalan membuat kendaraan berhenti sejenak, hal ini memudahkan pengendara untuk mengamati reklame yang ada disekitar perempatan jalan. Dengan keberadaan perempatan jalan yang strategis menjadikan area tersebut sebagai salah satu pilihan lokasi papan reklame. Pertumbuhan reklame secara tidak terarah / terencana, memberikan “tekanan pada ruang†dan berdampak terjadinya “distorsi visual†di ruang perempatan jalan Kota Yogyakarta. Sehingga diperlukan model penataan reklame yang baik di perempatan jalan guna terciptanya kenyamanan visual perempatan jalan Kota Yoyakarta. Model penataan reklame adalah metode yang tepat digunakan untuk penataan “Reklame Perempatan Jalan Kota Yogyakartaâ€, karena dari sekian banyak perempatan jalan dimungkinkan memiliki kesamaan karakteristik. Untuk mendapatkan jumlah sampel model dilakukan dengan cara mengelompokkan perempatan jalan yang memiliki kesamaan karakteristik. Dari setiap masing-masing karakteristik tersebut dilakukan pemilihan sampling model untuk diteliti kualitas karakter visual ditiap-tiap sampling model tersebut. Teknik penelitian kualitas karakter visual reklame ditiap-tiap sampling model perempatan jalan dengan cara kuisioner dan obsevasi yang dikembangkan dari teori Robert kreda dengan parameter: readible dan legible, harmony with the building, appropriate, aestetically dan scale. Hasil temuan penelitian terdapat 9 karakteristik perempatan jalan yang ada di Kota Yogyakarta. Sedangan hasil temuan mengenai karakter visual reklame perempatan jalan Kota Yogyakata adalah kecenderungan reklame perempatan jalan Kota Yogyakarta mengalami distorsi visual. Temuan ini berdasarkan hasil penelitian kuisioner dan hasil penelitian observasi dan tidak terdapat perbedaan significant dari hasil kedua cara penelitian tersebut. Kecenderungan parameter perempatan jalan yang banyak mengalami distorsi visual adalah parameter harmony with the building dan Aestetically. Model penataan reklame perempatan jalan Kota Yogyakrta dibuat dengan memperhatikan hal-hal seperti: karakteristik perempatan jalan dan elemen reklame.
Growth in economic activity in cities to support the growing media launches ad products in the community in which one of them by advertising (signage). Crossing is a strategic point in the city where the meeting point of several roads that intersecton, can be accessed from many directions, and many adopted the general public. Also, having so traffict at intersecton light to make the car stop for a moment that allows the driver to see billboards located around the intersectonion of the road. In the presence of a strategic crossroads, making the region one of the location screen. Signs of growth are not directed / planned, provide a \"pressure area\" and impacts \"visual distortion\" at the crossroads of Yogyakarta City. Thus, we need good models of structuring the display at the intersectonion of roads to create visual comfort Yogyakarta City. Type the location of billboards is an appropriate method for structuring \"Reklame Yogyakarta crossroads\" because of many possible intersectonions with similar characteristics. To get the model number of samples was done by classification of fires, which have similar characteristics. Each of each of these characteristics makes the choice of sampling model for studying the visual character of each model as standard. visual character of quality research methods billboards in every corner of the sampling model questionnaire and observation of the theory developed by Robert Kreda with parameters: readible and legible, harmony with the building, aestetically, appropriate and scale. Research results are 9 specifications of existing intersectonions in the city of Yogyakarta. The conclusions on the visual character sign Yogyakata crossroads city feels trend Yogyakarta visual distortion. This conclusion is based on research and application results observation and there was no significant difference in the results of these two lines of research. Trend parameters of the intersection that getting visual distortion are harmony with the building and aestetically. Signage arrangement model of Yogyakarta City is made consider to things like: intersection and advertisement item.
Kata Kunci : Reklame, Kota Yogyakarta