Laporkan Masalah

PRODUKTIVITAS RUMPUT PAKAN TERNAK PADA TANAH SALIN

Endang Dwi Purbajanti, Ir.,MS., Prof. Ir. R. Djoko Soetrisno, MSc, PhD.,

2011 | Disertasi | S3 Ilmu Peternakan

Tujuan penelitian adalah pemanfaatan wilayah pantai untuk pengembangan penanaman tanarnan pakan dalarn mendukung pengembangan petemakan. Penelitian ini terdiri atas tiga tahapan. Penelitian L menggunakan Completely randomized design pola faktorial 5x4 dengan 3 ulangan, faktor pertama lima jenis rumput pakan yaitu lima jenis rumput pakan, yaitu raja (Pennisetum hybrida), gajah (Pennisetum purpureum, benggala (Panicum maximum ), setaria (Setaria sphacelata) dan rumput bintang (Cynodon plectostachyus) dan faktor kedua adalah kondisi salin dengan pemberian larutan gararn dengan konsentrasi NaCl yaitu 0, 100, 200, dan 300 mM. Penelitian II terdiri dari dua penelitian dilakukan menggunakan Completely randomized design pola faktorial 2x4x3 yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk kandang (0 dan 20 tonlha), faktor kedua :adalah gypsum, dengan dosis 0, 0,75, 1,5 dan 3 ton/ha. Faktor ketiga adalah nitrogen yaitu 0, 50 kg N/ha sumber N03 dan 50 kg N/ha sumber Nflt. Penelitian 11.2merupakan percobaan sarna dengan ILl narnun hanya menggunakan rumput benggala. Penelitian III penanarnan rumput benggala pada lahan pantai yang telah diperbaiki dengan pemberian pupuk kandang 20 tonlha, gypsum 3 tonlha dan ZA dan populasi tanaman :10.000, 20.000 dan 30.000 tanaman per hektar. Hasil percobaan menunjukkan rumput yang memperlihatkan gejala klorosis paling rendah adalah benggala Salinitas yang me'lingkat dari 0 sampai 300 mM NaCl menurunkan tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi hijauan segar dan produksi bahan kering hijauan rumput. Salinitas tidak menurunkan kadar bahan kering rumput. Rumput dengan tinggi tanaman tertinggi adalah benggala. Produksi hijauan segar rumput tertinggi dicapai oleh rumput benggala pada salinitas 0 mM NaCl sebesar 1061,67 glpot. Produksi bahan kering hijauan tertinggi adalah benggala pada salinitas 0 mM NaCl sebesar 14,106 glpot. Indeks derajat toleransi kumulatif tanaman rumput tertinggi (termasuk toleransi sedang) adalah rumput benggala dengan nilai 2,7. Perlakuan pupuk kandang nyata (P<0,05), meningkatkan KPK dan N total. Gypsum 3 tonlha meningkatkan (P<0,05 kesuburan kimia tanah yaitu KPK, N, K, Ca dan Mg. Sumber nitrogen tidak berpengaruh terhadap sifat kimia tanah percobaan. Populasi yang bertambah meningkatkan (P<0,05) produksi biomass, produksi bahan kering, produksi protein kasar, NDF, hemiselulose dan lignin tetapi menurunkan (P<0,05) kadar protein kasar, dan kecemaan bahan organik secara in' vitro. Populasi meningkat tidak meningkatkan ADF dan kecemaan bahan kering secara in vitro. Jadi daerah pantai yang bersifat salin direkomendasikan imtuk penanaman rumput benggala dengan pemberian pupuk kandang 20 tonlha dan gypsum 3 tonlha serta 50 kg N/ha (239 kg pupuk ZA/ha) sebagai sumber nitrogen.

The aim of this study was exploited the coastal area for forages cultivationdevelopment in supporting ranch development. This study consisted by three steps. Research I. Response Tolerance of grasses to Salinity, using completely randomized design (CRD) with factorial arrange 5x4 and 3 replications. The first factor : king (Pennisetum hybrid), elephant (Pennisetum purpureum), guinea (Panicum maximum ), setaria (Setaria sphacelata) and star grass (Cynodon plectostachyus) and the second factor were artificial salty soil, condition using different NaCI concentration were 0, 100, 200, and 300 mM. Research II consisted by two experiment, due to application of manure, gypsum and various source of nitrogen on saline soiL Experiment conducted use completelyrandomized design (CRD) following factorial design 2x4x3, with 3 replications.First factor was manure application consist of two treatment, namely without manure and with addition 20 ton/ha of manure, Second factor was gypsum level; namely 0, 0,75, 1,5 and 3 ton/ha. Third factor was formed of nitrogen,without nitrogen, N03 and N~(ZA). Research II.2 was almost the same to research II .1 but only using grass recommended from research I (guinea grass). Research III : Yield, quality and in vitro digestibility of Panicum maximum cultivated on coastal area with plant populations of 10,000, 20,000 and 30,000 plants per hectare. Experiment was conducted following randomized complete block design (RCBD). Increasing salinity decreased height of plant, numberof tiller, fresh forage production and DM yield, but not affected the DM contentof forages. Guinea have also the highest cumulative index tolerance (2,7) than to the others. Based on that fmding, guinea grass can be survived to be planted in coastal area. Manure application significantly (P<0.05) increased CEC andN total of the soil. Addition of 3 ton/ha gypsum increased soil fertility (CEC, N, K, Ca and Mg). Source of nitrogen did not affect soil chemistry. Increasing crop population increased fresh and DM biomass production, CP yield, DM content,NDF, lignin and hemi cellulose content, however decreased CP content, and in vitro OMD. Population increase have same effect on ADF and in vitro DMD. It can be concluded that guinea grass was recommended to be planted in saline coastal area with application of with 20 tonslha manure and 3 tonslha gypsumand 50 kg N (239 kg ZA fertilizerlha) as source of nitrogen.

Kata Kunci : Rumput pakan, Tanah salin, Pupuk kandang, Gypsum, Sumber nitrogen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.