HAMBATAN POLITIK ASEAN FREE TRADE AREA UNTUK MENINGKATKAN INTEGRASI EKONOMI KAWASAN REGIONAL ASEAN
ISHMADI TRI PASCAADMADJA, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati
2011 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalThe Association of South East Asian Nations (ASEAN) merupakan gabungan dari sepuluh negara di asia tenggara dengan total jumlah penduduk lebih dari 500 juta jiwa. Negara-negara anggota ASEAN secara geografis saling berdekatan dan saling berinteraksi satu sama lainnya. Meskipun demikian, Asean telah melakukan upaya integrasi ekonomi sejak tahun 1976 dan telah menghasilkan beberapa bentuk ekonomi hingga saat ini. Tesis ini akan mengkaji secara mendalam tentang implementasi ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) melalui tahapan dan prinsip integrasi serta hambatan-hambatan politik integrasi regional kawasan asia tenggara (ASEAN). Bab I tesis ini berisi pendahuluan, dimana dalam bab ini terdiri dari latar belakang permasalahan, rumusan masalah, kerangka berfikir, argumen utama, metode penelitian, rencana sistematika penulisan. Bab II berisi gambaran mengenai latar belakang munculnya gagasan Integrasi Ekonomi di kawasan ASEAN dalam kerangka AFTA. Bab III Membahas tahapan dan prinsip integrasi ASEAN melalui pembentukan AFTA. Bab IV Membahas berbagai hambatan politik yang dihadapi AFTA untuk meningkatan integrasi kawasan ASEAN. Sedangkan Bab V merupakan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai integrasi kawasan regional ASEAN diperlukan tahapan integrasi pasar preferensial, area perdagangan bebas, pasar penyeragaman, pasar bersama, uni ekonomi dan integrasi total ekonomi dan prinsip – prinsip integrasi kawasan yaitu hubungan fungsional atau konsep perluasan, peningkatan transaksi, hubungan perundingan dan kesatuan kebijakan, sosialisasi birokrasi, pembentukan kelompok kawasan, perbandingan identitas atau ideologi, keterlibatan aktor eksternal dalam proses. Selanjutnya dalam meningkatkan integrasi kawasan regional ASEAN tersebut terdapat hambatan politik meliputi permasalahan keamanan yaitu konflik perbatasan dan adanya konflik ideologi, kebijakan pemerintahan yaitu orientasi kepentingan, kemampuan negosiasi dan Pergantian Kepemimpinan, kemudian permasalahan kelembagaan yaitu kesekretariatan ASEAN dan Kelemahan mekanisme CEPT.
The Association of South East Asian Nations (ASEAN) is a combination of ten countries in southeast Asia with a total population of more than 500 million people. ASEAN member countries are geographically close to each other and interact with each other. Nevertheless , ASEAN economic integration has made efforts since 1976 and has produced some form of economy today. This thesis will examine in depth about the implementation of ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) through the stages and principles of integration and political obstacles to regional integration in Southeast Asian region (ASEAN). Chapter I of this thesis contains a preface, where in this chapter consists of background problems, the formulation of the problem, a framework of thinking, the main argument, research methods, systematic plan of writing. Chapter II contains a description of the background of the emergence of the idea of Economic Integration in the ASEAN region w ithin the framework of AFTA. Chapter III D iscusses the stages and principles of ASEAN integration through the establishment of AFTA. Chapter IV Discussing the political constraints faced by the AFTA to improve the integration of the ASEAN region. While Chapter V is the conclusion. The results showed that to achieve the regional integration of ASEAN preferential market integration is necessary stages, free trade areas, market the uniform, common market, economic union and integration total economic and principles - the principle of regional integration is a functional relationship or concept expansion, increased transactions , relationship negotiation and unity of policy, bureaucratic socialization, formation of regional groups , the comparison of identity or ideology, the involvement of external actors in the process. Furthermore, the increasing integration of the ASEAN region, there are political obstacles include security issues that border conflicts and the conflicts of ideology, namely the orientation of government policy interests, ability to negotiate and change of leadership, and institutional problems of the ASEAN secretariat and the weakness of the mechanism the CEPT.
Kata Kunci : Integrasi Kawasan, AFTA, Hambatan Politik ASEAN,