SIKAP PEREMPUAN TERHADAP PEMUKULAN ISTRI (ANALISIS DATA SDKI 2007)
RINA ISNAENI, S.SOS, Dr. Partini, S.U.
2011 | Tesis | S2 Mag.Studi KebijakanKekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga, hadir hampir di semua tingkatan masyarakat dan dapat menyebabkan berbagai macam cidera baik fisik maupun psikologis yang dampaknya dirasakan langsung maupun jangka panjang. Terdapat berbagai kebijakan dari pemerintah untuk mengurangi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, namun angka kekerasan terhadap istri terus meningkat dari tahun ke tahun. Terdapat sikap permisif dari masyarakat terutama di kalangan perempuan. Hal tersebut terlihat dari hasil SDKI 2007 dimana 30,8 persen perempuan menyatakan sikap setuju terhadap perilaku pemukulan istri karena alasan-alasan tertentu. Studi ini menggunakan data Survey Demografi Dan Kesehatan Indonesia 2007 dengan pemilihan lokasi di Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis secara statistik faktorfaktor yang mempengaruhi sikap perempuan terhadap pemukulan istri di ketiga propinsi tersebut. Data yang diolah adalah yang memenuhi kriteria sampel yaitu perempuan berstatus kawin dan pernah kawin yang tinggal di propinsi dengan latar belakang budaya dan sistem kekerabatan matrilineal yaitu di Sumatera Barat (n=570); patrilineal di Sulawei Selatan (n=1067); dan bilateral/parental di Jawa Tengah (n=5383). Uji statistik yang digunakan adalah chi-square (χ²) dan regresi logistik biner. Kecenderungan (peluang) dan arah hubungan dilihat dari nilai odds ratio (OR) dengan interval kepercayaan (CI) 95 persen (p-value≤0,05). Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa tidak ada satu variabelpun yang secara konsisten berpengaruh pada sikap perempuan terhadap pemukulan istri di ketiga propinsi yang menjadi sampel penelitian. Variabel jenis pekerjaan berpengaruh signifikan hanya di Sumatera Barat saja, namun tidak berpengaruh di Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Umur dan status perkawinan memiliki pengaruh pada sikap perempuan terhadap pemukulan istri di Propinsi Jawa Tengah, sedangkan di Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan tidak. Akses media massa dan pengambilan keputusan memiliki pengaruh signifikan dengan arah berlawanan di Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. Variabel daerah tempat tinggal, tingkat pendidikan dan besarnya sumbangan pendapatan perempuan pada pengeluaran rumah tangga tidak mempunyai pengaruh pada sikap perempuan terhadap pemukulan istri di ketiga propinsi tersebut. Budaya patriarki memiliki peran penting dalam mempengaruhi sikap perempuan terhadap pemukulan istri. Kultur yang dikonstruksi masyarakat dan telah berjalan lama tersebut telah membentuk sikap perempuan terkait dengan kekerasan. Kepercayaan dan nilai-nilai tak sadar, mendasar, berakar mendalam, yang dipelajari dan dianggap sebagai universal telah terinternalisasi sehingga oleh perempuan, perilaku pemukulan istri karena alasan-alasan tertentu ini tidak dirasakan sebagai kesewenang-wenangan.
Intimate partner violence against women is present almost in all levels of society and can cause various injuries both physical and psychological. There are various policies of the government to reduce the occurrence of domestic violence, but the rate is still increasing from year to year. There are permissive attitudes in the society especially among women. It is seen from the results of IDHS 2007, when 30.8 percent of women stated their acceptance of wife beating for certain reasons. This study uses Indonesian Demographic And Health Survey data conducted in 2007. The purpose of this study was to statistically analyze factors associated with attitudes towards wife beating among womens in West Sumatra, South Sulawesi and Central Java. The data is processed with samples that meet criteria based on the difference in cultural and kinship background: married and ever married women in West Sumatra (n = 570), South Sulawesi (n = 1067), and in Central Java (n = 5383) that represent the matrilineal, patrilineal and parental kinship and culture. Chi-square (χ²) and logistic regression tests was used to analyze the data. The probability and correlation direction were observed from the odds ratio (OR) with confidence intervals (CI) of 95 percent (p-value ≤ 0.05). The result of multivariable analysis shows that there are no variables consistently associated with women's attitudes towards wife beating in this three provinces. Respondents occupation is significantly associated with attitudes toward wife beating only in West Sumatra, but there are no significant association in South Sulawesi and Central Java. Age and marital status have a significant association on women's attitudes towards wife beating in Central Java, while in West Sumatra and South Sulawesi are not. Access to mass media and decisionmaking has a significant association in opposite directions in South Sulawesi and Central Java. Respondent’s residence, education level and women's contribution on household expenditures have no association on women's attitudes towards wife beating in the three provinces. Patriarchal culture has an important role in influencing women's attitudes towards wife beating. Culture that’s been constructed by the society and has been going since a long time ago have shaped women’s attitudes related to violence. Beliefs and values of the culture unconsciously, fundamentally, deeply rooted, are learned and considered as a universal value that has been internalized by women, wife beating behavior for some reason is not perceived as an abuse.
Kata Kunci : sikap, pemukulan istri, KDRT.