EFEKTIVITAS TERAPI SINBIOTIK DAN PROBIOTIK PADA DIARE CAIR AKUT PADA ANAK USIA 6 – 59 BULAN
Ani Isti Rokhmawati, dr. Madarina Julia, MPH., Ph.D., Sp.A(K).
2011 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSDiare merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak di Negara berkembang dengan perkiraan 1,3 milyar episode dan 3,2 juta kematian setiap tahun pada balita Diare akut disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit patogen atau agen lain yang dapat menyebabkan kerusakan mikroflora usus atau gangguan fungsi barier mukosa usus. Efek probiotik pada fisiologi saluran pencernaan meliputi absorbsi laktosa, pengembalian mikroflora normal usus, mendukung penghilangan bakteri enterik patogen, memperkuat kapasitas tahanan terhadap antigen eksogen, meningkatkan imunitas humoral dan sekresi respon imunoglobulin . Untuk membandingkan efektifitas sinbiotik dan probiotik dalam mengurangi frekwensi diare, mempercepat lama penyembuhan diare cair akut dan meningkatkan berat badan selama sakit pada anak usia 6 -59 bulan. Penelitian prospektif eksperimental buta ganda , anak dengan diare cair akut yang berusia 6-59 bulan,yang dirawat inap di RSUD Muntilan dan RSUD SoeradjiTirtonegoro Klaten,pada bulan oktober sampai dengan desember 2010. Kriteria inklusi : diare cair akut, kriteria eksklusi diare cair akut dengan komplikasi berat seperti dehidrasi berat, asidosis metabolik, kejang dan diare lendir darah. Seratus tujuh puluh enam pasien,dibagi menjadi dua kelompok secara random,88 anak diberikan terapi sinbiotik dan 88 anak diberikan terapi probiotik 10x dosis, dibandingkan lama penyembuhan diare, frekwensi diare tiap hari dan penambahan berat badan setelah pemberian 10x dosis sinbiotik atau probiotik. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada rerata lama diare (p= 0,35) , frekwensi diare tiap hari pada kedua kelompok. Tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada penambahan berat badan setelah hari ke 5 pada kedua kelompok. Tidak terdapat perbedaan efektivitas sinbiotik dan probiotik pada diare cair akut pada anak usia 6-59 bulan dalam lama penyembuhan diare, menurunkan frekwensi diare dan meningkatkan berat badan anak selama sakit.
Acute watery diarrhea is one important main cause of morbidity and mortality in children living in developing countries.Synbiotic and probiotic can decrease the frequency, shorten the healing time of acute watery diarrhea and increase the body weight. To find out wheter symbiotic group or probiotic group more effective in decreaseing the frequency of diarrhea, shortening the healing time of acute watery diarrhea and increase of body weight. Double blind prospective experimental research to children aged 6-59 month were being treated with acute watery diarrhea at Muntilan General Hospital and Soeraji Tirtonegoro Hospital Klaten, during October until December 2010, inclusion criteria : acute watery diarrhea,exclution criteria : bloody diarrhea , diarrhea with severe complication for example: severe dehydration, metabolic acidosis,and seizure. One hundred and seventy six patients divided randomly into two group, 88 patients were given symbiotic and remaining 88 patients were given probiotics. The dependent variabels were duration, frequency of diarrhea, and increasing body weight in both groups. Sample characteristic in two group was undifference significantly. Mean of diarrhea healing on symbiotic 3,92 ± 0,79 days and to probiotic 3,80 ± 0,82 days (P=0,35), mean of body weight changing on symbiotic 150 ± 49,7 gram and to probiotic 160 ±48,9 (P=0,67). There is no significant difference between symbiotic and probiotic to decrease the frequency of diarrhea,shorten the healing time of acute watery diarrhea and increasing body weight during illness.
Kata Kunci : Diare cair akut, sinbiotik, prebiotik