ANALISIS EKOLOGI BENTANGLAHAN UNTUK KAJIAN TINGKAT KESESUAIAN LOKASI LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KEC. MALILI KAB. LUWU TIMUR PROVINSI SULAWESI SELATAN
MUH. CHAERUL, Prof. Dr. H. Suratman
2011 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan LingkunganPembangunan permukiman sebaiknya mempertimbangkan tingkat kesesuaian lahan berdasarkan kondisi ekologi bentanglahannya yang mempunyai karakteristik yang sangat berbeda antara lahan yang satu dengan lahan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk : 1). Mengevaluasi karakteristik ekologi bentanglahan untuk lokasi permukiman di daerah penelitian, 2) Mengetahui kesesuaian lahan untuk perencanaan perluasan pembangunan permukiman baru yang ditinjau dari aspek ekologi bentang lahannya, 3). Membuat strategi pengelolaan lingkungan permukiman di wilayah Kecamatan Malili. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei (survey method), yaitu dengan pengamatan, deskripsi, pengukuran, pencatatan, dan mapping terhadap sepuluh parameter ekologi bentanglahan yang digunakan sebagai dasar pengharkatan dan didukung dengan analisis laboratorium. Data dikumpulkan dengan cara sampling. Teknik evaluasi tingkat kesesuaian lahan dilakukan berdasarkan pengharkatan (scoring), dan pengklasifikasian pada sepuluh komponen lahan yang ada di daerah penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan parameter yang termasuk dalam faktor ekologi bentanglahan dan digunakan dalam pembentukan peta kesesuaian lahan serta faktor-faktor pembatas yang ada maka daerah penelitian terbagi atas delapan belas jenis satuan lahan dan lima tingkat kesesuaian lahan untuk permukiman. Dari kondisi ekologi bentanglahannya maka daerah yang paling sesuai untuk pembangunan permukiman di daerah penelitian yaitu satuan lahan fluvial daratan. Arahan Strategi pengelolaan lingkungan yang dilakukan adalah dengan tetap mempertahankan fungsi kawasan sesuai dengan peruntukannya dan sesuai dengan potensi lahannya. Selain itu kawasan yang rawan bencana dipilih jenis penggunaan berupa tegalan/lading atau pertanian yang ekstensif. Pada kawasan budidaya yang berdekatan dengan kawasan lindung dikembangkan sebagai kawasan penyangga.
It is better for settlement development to consider the land suitability based on its span land ecological approach where each land has different characteristics compared to other lands. This research is conducted to: 1). Evaluate the characteristics of the landscape ecology to settlement location in the research area, 2). Analyze the land suitability for new settlement expanding planning which is based on the landscape ecology aspect, 3). Make strategies for settlement environment management in the area of sub-district Malili. The method which is used in this research is survey method, by observing, making description, measuring, making notes, and mapping the ten parameters of the landscape ecology which is used as the base for the scoring and supported by laboratory analysis. Data is collected by using sampling method. The evaluation technique for the land suitability level is done based on the scoring, and classifying the ten land components which are existed in the research area. The study finds that, based on the parameters included in the landscape ecology and used in making the land suitability maps and also the limitations existed, the research area is divided into eighteen different land units and five land suitability levels for settlement use. Being seen from the landscape ecology conditions, the most appropriate area for settlement development in the research area is the fluvial unit. The environment management strategy is conducted by keeping the function of the area compatible with its purposes and with its potency. Meanwhile, the disaster-prone area will be selected to be used as lading or extensive farming. The cultivation area, which is close to the conservation area, is used as the buffer area.
Kata Kunci : Ekologi bentanglahan, lahan, satuan lahan, evaluasi lahan, tingkat kesesuaian lahan.