Laporkan Masalah

EVALUASI KETELITIAN GEOMETRIK MOSAIK TERKONTROL (STUDI KASUS FOTO UDARA FORMAT KECIL DAERAH PANGKALAN UDARA TNI AU)

Sony Setiawan, S.Si, Dr. Catur Aries Rokhmana, ST., MT.

2011 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Pangkalan udara (lanud) merupakan obyek vital nasional yang dalam keadaan damai maupun perang harus selalu aman dari segala gangguan dan ancaman agar dapat beroperasi secara optimal untuk melaksanakan tugas pokok pengoperasian pesawat udara. Salah satu sumber referensi yang dapat digunakan dalam upaya mengetahui nilai strategisnya sebagai obyek vital nasional adalah mosaik foto udara format kecil (FUFK). Mengingat selama ini pemetaan Lanud TNI AU lebih mementingkan aspek geometrik dalam rangka menyajikan informasi yang akurat, maka diperlukan pendekatan fotogrametri untuk mengoreksi berbagai distorsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kualitas geometrik mosaik terkontrol dari FUFK hasil pemotretan Dinas Survei dan Pemotretan Udara (Dissurpotrudau) dan melakukan komparasi ketelitian terhadap produk mosaik yang selama ini dikerjakan Dissurpotrudau. Penelitian ini akan menghasilkan mosaik terkontrol Lanud Halim Perdanakusuma, dengan menggunakan titik kontrol tanah (TKT) yang diperoleh secara post marking melalui metode penentuan posisi DGPS-NTRIP (Differential GPS-Networked Transport of RTCM via Internet Protocol). Penentuan posisi DGPS dimaksudkan untuk efisiensi dan optimalisasi peralatan. Pengolahan data dimulai dari penentuan parameter orientasi dalam setiap foto, identifikasi TKT, identifikasi titik ikat pada daerah tampalan antar foto sesuai aturan Von Gruber dan proses Bundle Adjusment (BA). Parameter orientasi luar untuk setiap foto dalam satu blok dan koordinat peta atau tanah setiap titik ikat dihitung menggunakan teknik Bundle Block Adjusment (BBA). Parameter yang dihasilkan dari teknik BBA digunakan untuk ekstraksi ketinggian dan ortorektifikasi. Analisis data dilakukan dengan pengukuran akurasi posisi horisontal antara titik pada mosaik FUFK dengan titik cek lapangan. Mosaik terkontrol yang dihasilkan pada penelitian ini telah memenuhi standardisasi produk skala 1 : 9000. Hasil komparasi menunjukkan bahwasannya kualitas geometrik mosaik terkontrol lebih baik dari mosaik produk Dissurpotrudau, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu informasi untuk kepentingan militer maupun pembangunan nasional. Akurasi posisi horisontal mosaik terkontrol menghasilkan Root Means Square Error (RMSE) sebesar 4,2 m. Sementara RMSE posisi horisontal mosaik produk Dissurpotrudau sebesar 88,2 m, sehingga besaran skala yang sesuai untuk produk tersebut adalah 1 : 159.800 Peningkatan akurasi posisi pada mosaik terkontrol jika dibandingkan dengan mosaik produk Dissurpotrudau sebesar 419,80 %.

An Air Force Base is a national vital asset which in peace and war must always be safe from all interference and threats in order to operate optimally and perform basic aircraft operations. One source of reference that can be applied in the effort to find out its strategic value as national vital object is a mosaic of small format aerial photography (SFAP). Considering that Indonesian Air Force Base mapping concerns more about geometrical aspect in presenting accurate information, photogrammetric approach is required to correct various distortions. This research aims at evaluating controlled mosaic-geometrical quality of SFAP photograph of Dinas Survei dan Pemotretan Udara (Dissurpotrudau), and conduct accuracy comparison towards mosaic product that has been the assignment of Dissurpotrudau. The outcome of this research was controlled mosaic of Halim Perdanakusuma Air Force Base through the use of ground control point (GCP) obtained through post marking of positioning determination method of DGPS NTRIP (Differential GPS Networked Transport of RTCM via Internet Protocol). DGSP positioning determination is intended for the instrumentation efficiency and optimization. This research carries out in following steps: perform inner orientation for each photo, identification of GCP, identification of tie points (TP) on overlap area between photos using Von Gruber’s rule, and finally perform Bundle Adjustment (BA). External orientation parameter for each photograph within a single blocks and map coordinates of TP tie point is calculated through Bundle Block Adjustment (BBA) technique. Parameter produced from BBA technique is used for Digital Elevation Model (DEM) extraction and orthorectification. Data analysis was performed by conducting accuracy measurement of horizontal positioning between SFAP mosaic point and ground checking point. Controlled mosaic produced during this research has met the product standardization of scale 1 : 9000. The comparison result showed that geometrical quality of controlled mosaic is better than Dissurpotrudau mosaic product. Hence, it can be used for military interest as well national development. Horizontal positioning accuracy of controlled mosaic produced Root Means Square Error RMSE of 4,2 m. On the contrary, RMSE horizontal positioning of Dissurpotrudau mosaic produced RMSE of 88,2 m, and therefore the appropriate scale magnitude required for this product is 1 : 159.800. Positioning accuracy improvement of controlled mosaic compared to Dissurpotrudau mosaic product is 419,80 %.

Kata Kunci : Foto udara format kecil (FUFK), distorsi, DGPS-NTRIP, Bundle Adjusment (BA), Bundle Block Adjusment (BBA), akurasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.