Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA SUMBER INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI, PENGETAHUAN DAN KARAKTERISTIK SOSIAL DEMOGRAFI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA (Analisis SDKI Tahun 2007)

MIKHAEL YANCE GALMIN, S.S., Dr. Anna Marie Wattie, M.A.

2011 | Tesis | S2 Mag.Studi Kebijakan

Masalah seksualitas yang kian merebak di kalangan remaja akhir-akhir ini adalah perilaku seks pranikah yang berimbas pada berbagai persoalan sosial lainnya. Minimnya pemahaman dan sumber informasi yang memadai tentang kesehatan reproduksi menjadi penyebab adanya perilaku seksual beresiko. Informasi kesehatan reproduksi akan sangat membantu remaja untuk memahami perubahan yang terjadi pada dirinya dan bagaimana cara mengatasinya. Informasi yang diperoleh dari sumber yang diragukan kebenarannya telah membuat remaja berada dalam kondisi rentan terhadap berbagai perilaku reproduksi yang tidak sehat. Adanya budaya tabu dan masih terbatasnya peran sekolah sebagai sumber informasi membuat remaja mencari sendiri informasi tentang seksualitas melalui sumber yang masih diragukan keakuratan informasinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara sumber informasi kesehatan reproduksi, pengetahuan kesehatan reproduksi dan karakteristik sosial demografi dengan perilaku seksual pranikah remaja di Indonesia. Responden adalah remaja usia 15-24 tahun berjumlah 19.311 orang yang diambil dari data SDKI 2007 pertanyaan khusus remaja (SKRRI). SDKI 2007 merupakan survei bertaraf nasional yang diselenggarakan oleh BPS, bekerja sama dengan BKKBN dan Departemen Kesehatan dengan bantuan teknis yang disediakan oleh Marco Internasional, Inc. Analisis univariat dilakukan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Analisis bivariat menggunakan alat uji chi square (x2 Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber informasi kesehatan reproduksi yang dapat menjelaskan perilaku seksual pranikah remaja adalah teman dan keluarga. Remaja laki-laki yang menempatkan teman sebagai sumber informasi, berpeluang lebih besar untuk melakukan hubungan seksual pranikah. Demikian juga pada remaja (laki-laki maupun perempuan) yang menjadikan keluarga sebagai sumber informasi berpeluang lebih besar untuk melakukan hubungan seks pranikah. Pengetahuan kesehatan reproduksi berhubungan positif terhadap hubungan seksual pranikah, remaja (laki-laki) yang memiliki pemahaman yang memadai tentang organ reproduksi, HIV/AIDS, dan IMS berpeluang lebih besar untuk berperilaku seksual beresiko. Sedangkan pada perempuan, hanya pengetahuan IMS yang memiliki hubungan dengan perilaku seks pranikah. Selain itu, remaja berusia 20-24 tahun (laki-laki), remaja yang memiliki pacar (perempuan dan laki-laki) lebih permisif terhadap perilaku seks pranikah. Sedangkan tingkat pendidikan (laki-laki maupun perempuan) menunjukan semakin tinggi tingkat pendidikan semakin baik perilaku seksualnya. ) dengan tingkat pemaknaan p≤0,05 sedangkan alat uji yang digunakan pada analisis multivariat yaitu binary logistic regression. Hubungan seksual pranikah ditentukan sebagai variabel terikat, variabel bebasnya adalah sumber informasi kesehatan reproduksi, pengetahuan kesehatan reproduksi, dan status sosial demografi. Sedangkan jenis kelamin sebagai variabel kontrol.

Problem on sexuality todays spreading among the adolescents is about premarital sex activities influencing many other social problems. The minimum understanding and reliable information on the adolescents reproductive health become the effect of the sexual activities endangerment. The information on reproductive health will help much more for the adolescents to understand the behavioral changes and on how to overcome. The information on reproductive healthiness obtained from the reliable source of information have made them getting into vulnerable condition and unhealthy reproduction. The existing culture of taboo among the community and inadequate school-based information as their environment will make them looking for the information source on sexuality with unreliable information resources. This research aims to see the correlation between the information source of reproductive health, the knowledge of reproductive health and the demographic social characteristics with their premarital sexual behavior in Indonesia. Respondents were taken from the 19,311 local unmarried people between 15-24 years old based on the SDKI 2007 data of questions special for adolescents. The SDKI 2007 was the national level survey held by the BPS (the statistical bureau) coordinating with the National Family Planning Coordinating Board (BKKBN) and the Department of Health. Univariate analysis was held for describing each characteristic of variable investigated by using frequency distribution table. The bivariate analysis used chi-square (x2 The research result shows that the information source on the reproductive health activities explaining the premarital sexual activities transmitted by the adolescents is by their friends and familiy. Adolescent boys identifying friends as the information source have bigger opportunities to behave in the risky sexual activities. Similarly, in adolescents (male and female) who made the family as sources of information are most likely to have premarital sex. Reproductive health knowledge positively related to premarital sexual relationships, adolescents (male) who have an adequate understanding of the reproductive organs, HIV / AIDS, and STDs are most likely to risky sexual behavior. While in women, only STI knowledge that has a relationship with premarital sexual behavior, which is the better knowledge of the worse behavior. In addition, adolescents aged 20-24 years (male), adolescents who have boyfriends/girlfriends are more permissive toward premarital sex behavior. While the level of education (both men and women) shows higher levels of education the better the sexual behavior. ) test with the significant level p≤0,05 while the test tool is used on the multivariate analysis such as binary logistic regression. Premarital sexual activities are determined as the dependent variable, while the independent variable are the source of information of reproductive health, the knowledge of reproductive health and the demographic social characteristic. While sex as control variable.

Kata Kunci : Kesehatan reproduksi, sumber informasi, pengetahuan kesehatan reproduksi, perilaku seksual pranikah.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.