Laporkan Masalah

HUBUNGAN RINITIS ALERGI DENGAN PENURUNAN TEKANAN UDARA TELINGA TENGAH

Dian Paramita Wulandari, Dr. D.A. Edhie Samodra, Sp.THT-KL(K)

2011 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Rinitis alergi merupakan kasus penyakit yang sering terjadi pada praktek Telinga Hidung Tenggorok (THT), dan dapat menimbulkan komplikasi yang cukup berat. Prevalensi rinitis alergi mencakup sekitar 10-25% populasi, sehingga penting untuk mengetahui risiko apa saja yang dapat diakibatkan oleh penyakit ini sehingga dapat dilakukan pencegahan maupun penanganan lebih lanjut. Proses peradangan kronis pada rinitis alergi dapat berakibat oklusi tuba yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya penurunan tekanan pada telinga tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan rinitis alergi sebagai faktor risiko terjadinya penurunan tekanan telinga tengah. Cara penelitian dilakukan dengan melakukan timpanometri pada pasien Poli THT RS Dr. Sardjito dengan diagnosis rinitis alergi dan non rinitis alergi. Data pasien kemudian diolah secara statistik untuk mengetahui adanya risiko penurunan tekanan telinga tengah pada penderita rinitis alergi. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 pasien dengan rinitis alergi, terdapat 33 pasien (86,8 %) yang mengalami penurunan tekanan telinga tengah, dan hanya 7 (16,7 %) pasien rinitis alergi yang tidak mengalami penurunan tekanan telinga tengah. Sedangkan dari 40 pasien non rinitis alergi, 35 pasien (83,3 %) tidak mengalami penurunan tekanan telinga tengah, dan hanya 5 pasien (13,2 %) yang mengalami penurunan tekanan telinga tengah. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara rinitis alergi dengan penurunan tekanan telinga tengah (p < 0,05). Resiko prevalensi rinitis alergi terhadap penurunan tekanan telinga tengah sebesar 6,938 (87 %). Faktor dominan yang dapat meningkatkan penurunan tekanan telinga tengah (p < 0,05) adalah rinitis alergi dengan jenis rinitis alergi persisten sedang berat dan rinitis alergi persisten ringan. Simpulan: Rinitis alergi berhubungan dengan penurunan tekanan telinga tengah.

Allergic rhinitis is a common case found in Ear Nose and Throat (ENT) practice, and can cause mild to severe complications. The prevalence of allergic rhinitis approximately 10-25% of population, which effects patient’s quality of life as well as health cost. ENT practitioner needs to know the possible complications that could happened from having allergic rhinitis. Prevention and management of allergic rhinitis are important to avoid complications. The aim of this study is to determine allergic rhinitis as a risk factor for decreased value on middle ear pressure. Study was commenced by doing tympanometri measurement to all patients in ENT outpatient unit of Dr. Sardjito Hospital, and dividing patients into rhinitis allergic group and non rhinitis allergic group. Skin prick test was carried out to all patients to determine the allergic status. Patients data were processed and analyzed with statistic measures to determine association between allergic rhinitis and decreased middle ear pressure. The study design was cross-sectional. Chi square and logistic regression are used in data statistical analysis. The result showed that from 40 allergic rhinitis patients, there were 33 patients (86,8 %) with decreased middle ear pressure and only 7 (16,7 %) allergic rhinitis patients without decreased middle ear pressure. Among 40 non allergic rhinitis patients, 35 patients (83,3 %) were not having decreased middle ear pressure, and only 5 patients (13,2 %) showed a decreased in middle ear pressure. Statistical analysis showed that there was a significant association between allergic rhinitis and decreased value in middle ear pressure (p<0,05). The prevalence ratio of allergic rhinitis to decreased middle ear pressure was 693:100 (87 %). Among allergic rhinitis patients, the major factor in decreasing middle ear pressure were the persistent moderate-severe allergic rhinitis, and persistent mild allergic rhinitis (p<0,05). Conclusion: Allergic rhinitis associated with decreased middle ear pressure.

Kata Kunci : rinitis alergi, tekanan telinga tengah, timpanometri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.