FUNGSI AUDITOR DALAM TINJAUAN ETIKA PANCASILA RELEVANSINYA BAGI PELAKSANAAN PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Dalibas, SE.,MM., Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M.
2011 | Disertasi | S3 Ilmu FilsafatPenulisan disertasi berjudul: Fungsi Auditor dalam Tinjauan Etika Pancasila Relevansinya Bagi Pengawasan Keuangan Negara, dilatarbelakangi oleh keprihatinan nasional, yakni semakin merajalelanya tindak kejahatan korupsi yang terus menggerogoti keuangan negara. Salah satu aparatur negara yang bertugas untuk melakukan pengawasan keuangan negara adalah auditor. Fungsi auditor adalah sangat strategis, oleh karenanya auditor harus memiliki moral yang tangguh dan kokoh. Salah satu sumber moral yang perlu difahami dan dijadikan sebagai orientasi dasar perilaku para auditor adalah moral Pancasila; oleh karena itu penelitian ini memiliki relevansi kuat dengan moralitas auditor di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian literer, sehingga seluruh data bersumber dari data kepustakaan. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah hermeneutika dan heuristika dengan didukung unsur metodis deskripsi dan refleksi. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, sebagai sistem etika, pada hakikatnya etika Pancasila adalah ajaran moral yang bersumber pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang saling kait-mengkait secara organis. Kedua, auditor dalam sistem birokrasi di Indonesia memiliki fungsi yang sangat strategis dalam melakukan pengawasan atas pengelolaan uang negara. Posisi auditor yang demikian justru sangat potensial untuk melakukan penyelewengan; untuk itulah diperlukan kekokohan dan keteguhan moralitas auditor dalam memegang sumpah atau janjinya sebagai aparatur negara. Ketiga, moralitas Pancasila yang harus ditanamkan dalam kepribadian para auditor adalah ketaqwaan, kejujuran, keberanian, kebijaksanaan, tanggung jawab, kesederhaan, keterbukaan, rendah hati, kemandirian. Nilai-nilai moral ini selanjutkan harus diaplikasikan dalam sistem pengawasan yang akhirnya akan melahirkan sikapsikap seperti menjunjung tinggi indepedensi, integritas, profesionalitas, dan kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan-peraturan kedinasan. Pada giliranannya dalam diri auditor akan tumbuh sikap dan perilaku yang selalu mementingkan kepentingan negara dari pada kepentingan individu atau kelompok.
Writing of dissertation entitled: Auditor Function in the Evaluation Pancasila Ethics, Its Relevance for Observation Auditing of State, background by concern of national, namely rampant progressively act badness of corruption which continue gnawed state's finance. One of the commissioned state apparatus to conduct of state's finances is auditor. The strategic auditor function, hence auditor have to have sturdy and tart moral. One of the moral source which need and made as elementary orientation of behaviour all auditors are Five Principles moral; therefore this research have strong relevance with auditor moralities in Indonesia. The type of research is library research, so that entire data take from bibliography data. Method was used for analysis data are hermeneutic and heuristics; supporting by elements of method namely description and reflective. Research result as follows. First, as the ethics system, intrinsically Pancasila ethics is moral teaching coming from the infinite value, humanity, nationality, democracy, and social justice. The values are one intact unity which each other interconnected organically. Second, auditor in bureaucracy system in Indonesia have role, very strategic function in conducting observation of management of State money. such Position Auditor exactly very potential to do deviation; to that was no other way except sturdy and firmness of auditor moralities in holding the promise or oath of as state apparatus. Third, Pancasila moralities which must be inculcated in personality auditors is god fearing, sincerity, bravery, wisdom, responsibility, moderation, openness, independence. These Moral values finally will bear attitude like respecting independence, integrity, professionalisms, and compliance to regulation and code on duty. And then in auditor will grow behaviour and attitude which always make account of importance of state from importance of individual or group of people.
Kata Kunci : Auditor, korupsi, moral Pancasila, organis